
Yogyakarta sediakan fitur perubahan pilihan sekolah pada SPMB SMP 2026

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta menyediakan fitur perubahan pilihan sekolah dalam Sistem Penerimaan Siswa Baru (SMP) real time online (RTO) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) tahun ajaran 2026/2027 di kota tersebut.
"Dalam SPMB RTO ada perubahan pilihan sekolah pada setiap jalurnya. Jadi, calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua," kata Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dindikpora Yogyakarta Mannarima di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, fitur perubahan pilihan sekolah tersebut memberikan kesempatan kepada calon peserta didik untuk menyesuaikan pilihan sekolah berdasarkan perkembangan peringkat seleksi secara real time.
"Sehingga ketika melihat peringkatnya (calon siswa baru) sudah tidak masuk di pilihan pertama bahkan kedua, masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain," katanya.
Namun demikian, kata dia, perubahan pilihan sekolah tersebut bisa dilakukan selama jadwal pelaksanaan SPMB pada setiap jalur masing berlangsung, misalnya jalur prestasi umum yang dijadwalkan pada 22 Juni sampai 24 Juni 2026.
Dia mengatakan, guna mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB SMP tahun 2026, Dindikpora Kota Yogyakarta membuka posko konsultasi di kantor dinas.
"Serta posko layanan SPMB di setiap sekolah guna membantu masyarakat atau calon siswa baru memperoleh informasi dan pendampingan selama proses pendaftaran," katanya.
Kepala Dindikpora Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan, pada SPMB SMP 2026, kuota penerimaan melalui RTO terbagi beberapa jalur, yakni jalur domisili radius lima persen, jalur domisili dalam daerah 40 persen, jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) 19 persen.
Selanjutnya jalur afirmasi disabilitas dengan kuota enam persen, jalur prestasi khusus 15 persen, jalur prestasi umum 10 persen, serta jalur mutasi dan kemaslahatan guru sebesar lima persen.
Dia menjelaskan, secara keseluruhan lulusan jenjang SD di Kota Yogyakarta setiap tahun mencapai sekitar 6.800 siswa.
"Sementara daya tampung SMP negeri dan SMP swasta di Kota Yogyakarta mencapai hampir 9.000 kursi, sehingga seluruh lulusan dipastikan dapat melanjutkan pendidikan di tingkat SMP baik negeri maupun swasta," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
