
Polisi imbau pemilik usaha rutin cek instalasi listrik cegah kebakaran akibat korsleting

Sleman (ANTARA) - Polresta Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau kepada pemilik usaha dan masyarakat untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keamanan guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting.
Imbauan ini disampaikan Kepala Seksi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro terkait kejadian kebakaran yang terjadi di tempat hiburan Habit Pool & Lounge di Jalan Magelang Km 7, Sendangadi, Mlati, Sleman, Sabtu dini hari.
Agro mengatakan peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB saat seorang warga memberitahukan adanya kobaran api di lokasi usaha tersebut.
"Saksi AN. (34) yang merupakan karyawan yang tinggal di mess Habit Pool & Lounge, Sendangadi, Mlati, Sleman, segera melakukan pengecekan setelah mendapat informasi dari warga, saat tiba di lokasi saksi melihat bagian atap bangunan telah terbakar dan api berkobar cukup besar, sementara bagian dalam bangunan dipenuhi asap," katanya.
Ia mengatakan, sedangkan saksi DAS. (37) karyawan asal Boyolali menyebut bahwa sebelum tempat usaha ditutup sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh area telah dibersihkan dan peralatan kelistrikan di bagian bar telah dimatikan, kecuali freezer yang tetap menyala.
Sekitar 10 menit setelah kejadian diketahui, petugas pemadam kebakaran datang dengan empat unit armada dan berhasil memadamkan api pada pukul 05.47 WIB.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," katanya.
Pemilik usaha, HP (32) warga Banguntapan, Bantul, berencana membuat laporan polisi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan menghadirkan tim laboratorium forensik guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
"Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Saat ini Polsek Mlati bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan dan pendalaman guna memastikan penyebab kebakaran," katanya.
Argo Anggoro meminta masyarakat tidak memasuki area bangunan yang terdampak kebakaran sebelum dinyatakan aman oleh petugas, mengingat masih terdapat risiko runtuhnya bagian bangunan yang terbakar.
Pemilik Habit Pool and Lounge Hasto Panunjung (33) mengatakan, dari hasil penyelidikan awal pihak berwenang, ia mendapat kabar jika kebakaran berasal dari korsleting listrik.
Menurut dia dalam dua pekan terakhir, area Habit Pool and Lounge sering mengalami kondisi listrik padam dan menyala kembali secara berulang.
Kondisi itu, ujarnya, sempat mengakibatkan sejumlah peralatan elektronik mengalami kerusakan.
"Blender rusak, lampu pun pernah meledak setelah listrik menyala kembali," katanya.
Sementara Manajer Komunikasi dan Umum PLN UID Yogyakarta Angga Ditya saat dikonfirmasi mengatakan pemadaman listrik yang berulang tidak berpengaruh pada korsleting.
Dia menegaskan korsleting listrik umumnya terjadi pada instalasi kabel maupun lampu yang mengalami penurunan kualitas seiring dengan intensitas penggunaan.
"Pemadaman listrik tidak berpengaruh pada korsleting. Karena logikanya kalau pemadaman itu menyebabkan korsleting pasti akan ada kejadian itu dalam jumlah banyak. Kalau kebakaran dihubungkan dengan pemadaman harus diselidiki lebih lanjut," katanya.
Pewarta : V001
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
