Logo Header Antaranews Jogja

Menpora sebut ajang maraton perkuat "sport tourism" dan ekonomi daerah

Minggu, 21 Juni 2026 20:00 WIB
Image Print
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (tiga kanan) bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (empat kanan) dan jajaran management Bank Mandiri melepas start lomba lari Mandiri Jogja Marathon 2026 di Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (21/6/2026). Sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara mengikuti lomba lari Mandiri Jogja Marathon 2026 yang mengusung tema “More Than a Race” yang memperlombakan empat kategori lomba yakni 5K, 10K, 21K dan 42K. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir mengatakan penyelenggaraan kompetisi lari yang memadukan olahraga dan pengalaman wisata budaya menjadi upaya strategis untuk memperkuat sport tourism dan mendorong ekonomi daerah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menpora saat membuka Mandiri Jogja Marathon 2026 di kawasan Candi Prambanan, Minggu. Menurut Menpora, penyelenggaraan kegiatan sport tourism tersebut merupakan salah satu cara meningkatkan peringkat pariwisata daerah.

"Mandiri Jogja Marathon ini sangat positif karena memang kalau kita lihat Yogyakarta ini kan salah satu pusat pariwisata. Kalau saya lihat dari ranking untuk kunjungan wisata dari luar negeri masih ranking empat, untuk ranking satunya Bali," kata Erick dalam keterangan tertulis.

Menurut Menpora, selain mendorong pariwisata berbasis kebudayaan dan juga keindahan alam, perlu juga didorong pelaksanaan ajang sports tourism.

Oleh karena itu, Menpora secara khusus memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon yang tahun ini memasuki edisi ketujuhnya.

Terlebih, terjadi peningkatan jumlah pelari yang signifikan pada Mandiri Jogja Marathon dari tahun ke tahun, dengan tahun ini jumlah peserta mencatatkan rekor sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara.

"Jadi ajang ini sangat positif. Dan saya meyakini sport tourism bukan hanya membuat masyarakat kita sehat, tetapi juga pertumbuhan ekonomi yang saat ini sangat didorong oleh Bapak Presiden," ujar Menpora.

"Karena itulah perlu pengembangan ekonomi-ekonomi baru, salah satunya ya sports tourism seperti ini."

Dari sisi pembudayaan olahraga, menurut Menpora, Mandiri Jogja Marathon turut memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat dalam meraih kebugaran fisik.

Menurut data Kemenpora, meskipun secara demografis penduduk Indonesia didominasi usia muda, partisipasi berolahraganya masih 17 persen.

"Artinya dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, dan saya lihat sekarang sudah ada 104 event maraton di Indonesia, dengan total pelari hampir 10,6 juta kalau tidak salah, pasti akan mendorong partisipasi olahraga masyarakat yang punya aksesibilitas olahraga lebih baik," kata Erick.

Kemenpora sendiri, kata Menpora, saat ini mendorong pelaksanaan Car Free Day (CFD) di seluruh kabupaten/kota dalam rangka pembudayaan olahraga masyarakat.

Tercatat dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, saat ini masih kisaran 220-an daerah yang menyelenggarakan CFD.

"Nah siapa tahu dengan Car Free Day, masyarakat mulai bisa latihan jalan, jogging, yang akhirnya juga bisa ikut maraton seperti ini," ujar Menpora.

Mandiri Jogja Marathon 2026 menghadirkan empat pilihan kategori meliputi Marathon (42,195 kilometer), Half Marathon (21,097 kilometer), 10K, dan 5K Fun Run.

Bertema "More Than a Race" ajang sport tourism memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta yang berdampak sosial.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menpora sebut ajang maraton perkuat "sport tourism" dan ekonomi daerah



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026