Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman memberi pendampingan UMKM agar mampu bersaing secara global

Senin, 22 Juni 2026 17:48 WIB
Image Print
Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen perkuat UMKM. (ANTARA/Sutarmi)

Sleman (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan pendampingan kepada Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai pilar utama ekonomi daerah, agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi global.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Dwi Wulandari di Sleman, Senin, mengatakan tantangan terbesar sektor industri dan perdagangan saat ini adalah meningkatnya dinamika pasar global, digitalisasi ekonomi, serta perlunya regenerasi pelaku usaha.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, Disperindag Sleman memprioritaskan konsolidasi internal serta penguatan pendampingan bagi IKM dan UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan," kata Dwi.

Ia optimistis Sleman memiliki potensi besar untuk menjadi pusat sentra IKM terdepan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sleman memiliki sumber daya manusia yang kreatif, dukungan sektor pendidikan, serta pariwisata yang kuat.

"Kami fokus pada peningkatan kualitas produk, inovasi desain, sertifikasi, hingga perluasan akses pasar baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Menanggapi gejolak geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang berdampak pada ekspor, Disperindag Sleman telah menyiapkan strategi diversifikasi pasar.

Dwi menyatakan, pihaknya mendorong pelaku usaha untuk menguatkan pasar domestik, memanfaatkan platform digital, serta mengoptimalkan bahan baku lokal guna menekan biaya produksi.

Terkait pengembangan wilayah, ia menekankan pentingnya optimalisasi program One Village One Product (OVOP). Menurutnya, OVOP bukan sekadar fokus pada produk, melainkan pada penguatan ekosistem industri yang memiliki identitas dan nilai tambah khas daerah.

"Ke depan, kami ingin OVOP tidak hanya berorientasi pada komoditas, tetapi juga pada penguatan branding, standardisasi kualitas, dan pengembangan wisata berbasis produk unggulan," tambahnya.

Dwi berharap, selama memimpin Disperindag, ia dapat meninggalkan fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, di mana indikator utamanya adalah meningkatnya jumlah IKM yang "naik kelas" serta terbangunnya ekosistem perdagangan yang sehat.

Kepada para pelaku UMKM, Dwi berpesan agar tetap menjaga kualitas dan inovasi. "Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Disperindag akan terus hadir sebagai mitra dalam pendampingan, pelatihan, dan promosi. Produk lokal Sleman memiliki potensi besar jika dikelola secara konsisten dan profesional," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026