Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta pastikan siswa penyandang disabilitas peroleh akses pendidikan

Selasa, 23 Juni 2026 16:36 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Yogyakarta Budi Santosa Asrori (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta memastikan seluruh siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) penyandang disabilitas di kota tersebut pada tahun ajaran 2026/2027 memperoleh akses pendidikan yang setara.

Kepala Dindikpora Yogyakarta Budi Santosa Asrori di Yogyakarta, Selasa, mengatakan upaya itu diwujudkan salah satunya dengan meningkatkan kuota jalur afirmasi disabilitas pada penerimaan siswa baru jenjang SMP dari 172 kursi menjadi 211 kursi.

"Untuk jalur afirmasi disabilitas, kita menyediakan sebanyak 211 kursi, sementara jumlah lulusan SD penyandang disabilitas di Yogyakarta ada 129 anak. Jadi dipastikan seluruh anak penyandang disabilitas memperoleh akses pendidikan," katanya.

Menurut dia, langkah tersebut sebagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

"Bahkan apabila siswa penyandang disabilitas harus bersekolah di SMP swasta, pemkot akan memberikan bantuan melalui program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) Disabilitas," katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan dan Resource Centre Dindikpora Yogyakarta Dian Yunila Handayani mengatakan hingga akhir proses pendaftaran terdapat 206 calon peserta didik yang mengambil nomor antrean pemberkasan.

Dari jumlah tersebut, 200 anak mengajukan akun dan mengikuti proses seleksi dengan 195 peserta dinyatakan lolos, sementara yang tidak lolos karena tidak memanfaatkan kesempatan mengubah pilihan sekolah ketika posisi tergeser dalam sistem Real Time Online (RTO).

"Sistem sudah memberi kesempatan untuk mengubah pilihan sekolah selama masa pendaftaran. Namun ada beberapa orang tua yang mengira anaknya sudah aman, sehingga tidak lagi memantau perkembangan posisi di sistem," katanya.

Meski demikian bagi peserta yang belum diterima di sekolah negeri, Pemkot Yogyakarta tetap memberikan solusi melalui program bantuan pendidikan inklusi bagi siswa penyandang disabilitas yang bersekolah di swasta.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026