
UGM memperkuat daya saing industri kulit melalui teknologi berkelanjutan

Yogyakarta (ANTARA) - Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada menggelar pelatihan bertajuk "Advanced Training in Sustainable Leather Technology" sebagai upaya memperkuat daya saing industri kulit melalui teknologi berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof. Budi Guntoro dalam sambutan kegiatan tersebut di Yogyakarta, Selasa, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat kolaborasi di bidang teknologi kulit.
"Fakultas Peternakan UGM berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri kulit melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Kegiatan bagian dari program ELEGTEC (Enhancing Sustainable and Green Technology in Indonesia) selama empat hari tersebut menghadirkan akademisi, praktisi industri kulit, pemerintah, serta mitra perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri.
Menurut dia, teknologi kulit memiliki peran strategis tidak hanya dalam sektor peternakan, tetapi juga dalam pengembangan industri yang lebih luas.
"Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan produk kulit berkualitas tinggi karena didukung sumber daya ternak yang melimpah, biodiversitas, kapasitas industri yang terus berkembang, serta meningkatnya permintaan pasar global," katanya.
Dekan Fakultas Peternakan UGM juga menyoroti pentingnya isu keberlanjutan dalam industri kulit, seperti pengelolaan limbah, praktik ramah lingkungan, dan pengembangan bahan penyamak alternatif.
"Tantangan tersebut sekaligus menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri kulit di tingkat internasional," katanya.
Direktur Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM Puji Astuti mengatakan kegiatan pelatihan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi internasional melalui program Erasmus+ yang melibatkan berbagai universitas dan institusi mitra.
Selama empat hari pelatihan, peserta akan mengikuti sesi materi, diskusi, pelatihan teknis, serta berbagi pengalaman bersama para akademisi dan praktisi industri.
"Industri kulit memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan industri nasional, termasuk di Yogyakarta yang memiliki potensi produk kulit berkualitas ekspor," katanya.
Namun demikian, industri kulit juga menghadapi tantangan terkait keberlanjutan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan limbah agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
Oleh karena itu, penerapan teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menjaga daya saing industri kulit Indonesia.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
