Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul menyalurkan santunan kepada 200 anak yatim di Kapanewon Pandak

Selasa, 23 Juni 2026 19:14 WIB
Image Print
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta memberikan bantuan kepada anak yatim berupa tas sekolah dan sejumlah uang dalam acara Peningkatan Kesejahteraan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Kabupaten Bantul 2026 di Balai Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (23/6). ANTARA/HO-Pemkab Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul memberikan santunan kepada 200 anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kapanewon Pandak guna membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul Pambudi Arifin Rakhman mengatakan 200 penerima santunan tersebut tersebar di empat kalurahan, masing-masing sebanyak 50 anak.

“Kegiatan ini untuk memberikan keringanan beban bagi orang tua atau wali anak-anak yatim,” kata Pambudi di Bantul, Selasa.

Menurut dia, kehadiran jajaran Pemkab Bantul di Balai Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak itu juga sekaligus memastikan anak-anak yatim di wilayah tersebut memiliki akses pendidikan yang lebih baik.

“Anak-anak ini agar tetap memiliki semangat dan optimisme dalam menggapai cita-cita,” katanya.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Anang Aji Dewantono menambahkan terdapat empat kapanewon yang akan mendapatkan santunan anak yatim di tahun anggaran 2026.

“Ada Kapanewon Dlingo, Imogiri, Pandak, dan Kasihan,” katanya.

Menurut dia, empat kapanewon tersebut dipilih karena memiliki angka kemiskinan ekstrem yang termasuk tertinggi di antara 17 kapanewon lainnya di Bantul.

“Empat kapanewon ini dipilih dari 17 kapanewon berdasarkan angka kemiskinan ekstrem di kabupaten, dan keempatnya masuk empat besar,” kata Anang.

Ia mengatakan sasaran utama penerima bantuan adalah anak yatim yang berada di luar panti asuhan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menyampaikan program yang menyasar anak yatim tetap menjadi prioritas di tengah kebijakan efisiensi anggaran pada tahun ini.

“Saat ini seluruh kegiatan pemerintah daerah terkena efisiensi, termasuk dalam pemberian tali asih kepada putra-putri Kabupaten Bantul,” ujar Aris.

Menurut dia, kesejahteraan masyarakat merupakan modal penting menuju Indonesia Emas 2045 seperti yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Salah satu ciri Indonesia Emas adalah kesejahteraan masyarakat yang merata dan meningkatnya pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk belajar dengan tekun, berdaya saing, dan berakhlak mulia.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026