Logo Header Antaranews Jogja

Kemenkes akan koordinasi perkuat vaksinasi rabies hewan penular

Selasa, 23 Juni 2026 19:49 WIB
Image Print
Perbandingan harga vaksin antirabies bagi manusia versus vaksin antirabies bagi hewan penular. ANTARA/Mecca Yumna

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sebagai upaya memperkuat cakupan vaksinasi rabies, terutama bagi hewan penular seperti anjing di daerah-daerah endemis seperti Nusa Tenggara Timur dan Bali.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Selasa, bahwa terdapat dua cara untuk mencegah kasus rabies, dan yang terbaik adalah dengan memvaksin anjing, yang menjadi penular rabies paling umum.

"Bapak-Ibu bisa lihat bahwa vaksin untuk anjingnya itu costnya Rp50 ribu. Kalau vaksin manusianya kosnya itu Rp650 ribu, Jadi 12 kali lipat lebih mahal. Apalagi kalau sudah benar-benar digigitnya parah, nah itu naiknya bisa jadi hampir 100 kali lipat," katanya.

Adapun harga serum antirabies (SAR) bisa mencapai sekitar Rp7,7 juta.

"Itu sebabnya kenapa konsep One Health itu penting sekali antara kita dengan Kementerian Pertanian. Kalau kemudian anjingnya tidak terlindungi, dia terkena rabies, dia menggigit, di situ Kemenkes baru masuk. Tapi sebenarnya intervensi kita itu intervensi yang telat dan mahal," katanya.

Budi mengatakan, pihaknya menyiapkan vaksin antirabies (VAR) serta serum antirabies (SAR) ke provinsi-provinsi yang prevalensi rabiesnya tinggi. Dia menjelaskan, vaksin digunakan untuk merangsang pembentukan antibodi, sementara serum adalah untuk antibodi tambahan dan diberikan sekali bersama vaksinnya.

Dia pun menjelaskan bahwa pada periode Januari-Mei 2026, terdapat sekitar 91.221 ribu kasus gigitan hewan penular rabies. Dari angka tersebut, jumlah kasus diberikan VAR sebesar 79,8 persen, sementara jumlah kasus diberikan SAR sebesar 0,8 persen.

Dia memastikan bahwa stok vaksin dan serum masih relatif aman.

Menurutnya, jalur birokrasi untuk memvaksin anjing sedikit rumit, karena yang bisa melakukannya adalah dinas kesehatan, yang merupakan wewenang pemerintah daerah.

"Itu sebabnya di seluruh dunia intervensi yang disarankan adalah vaksinasi anjingnya. Memang kita butuh koordinasi karena itu tupoksinya ada di Kementerian Pertanian," katanya.

Pihaknya pun berencana untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah, mencoba di sejumlah kabupaten dan kota terlebih dahulu. Apabila berhasil, katanya, dia berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar upaya memberi vaksin rabies bagi anjing-anjing di daerah lebih efektif.

"Sehingga mereka bisa mengkoordinasikan antara Kepala Dinas Kesehatannya dengan Kepala Dinas Pertanian ya," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkes akan koordinasi perkuat vaksinasi rabies hewan penular



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026