
Pemkab Kulon Progo merevitalisasi Jembatan Krembangan

Kulon Progo, DIY (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, merevitalisasi Jembatan Krembangan II atau Jembatan Bronjong di Kalurahan Krembangan dengan alokasi anggaran APBD senilai Rp638,5 juta untuk memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Selasa, mengatakan perbaikan infrastruktur ini bersifat mendesak karena jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan mobilitas di wilayah permukiman padat.
"Karena pentingnya sebuah jembatan penghubung. Jika ini putus, akan menghambat aktivitas masyarakat. Kami berharap setelah rampung nanti, roda perekonomian dan mobilitas warga di kawasan strategis ini dapat kembali lancar," kata Agung.
Proyek perbaikan jembatan yang sempat mengalami kerusakan akibat terjangan banjir tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir Juni 2026. Sebagai langkah awal, Bupati Agung memimpin langsung sosialisasi rencana perbaikan kepada warga setempat di Kantor Kalurahan Krembangan, Selasa.
Ia mengatakan kerusakan jembatan yang terjadi dalam dua tahun terakhir akibat dampak musim penghujan sempat membatasi akses kendaraan bermuatan berat.
"Dampak tersebut dirasakan langsung oleh warga Padukuhan Wonosari dan Karangjati, yang mengandalkan jalur tersebut sebagai akses utama penghubung antarwilayah," katanya.
Lurah Krembangan Samiran menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap aspirasi warga. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan perbaikan ini mengingat urgensi jembatan sebagai jalur pokok penghubung wilayah Kedungsari, Krembangan, hingga Demangrejo dan Bumirejo.
"Warga bersama perangkat kalurahan sebelumnya telah menyampaikan kepada bapak bupati bahwa ini harus segera dikerjakan karena sebagai jalan komunikasi pokok. Kami bersyukur permohonan warga terealisasi tahun ini," jelas Samiran.
Sementara itu, Kepala Dukuh Wonosari Afif Suryono Putro menyatakan masyarakat menyambut positif rencana pembangunan ulang jembatan ini. Selain untuk memperlancar arus lalu lintas, warga berharap konstruksi yang baru nantinya dapat lebih tangguh dalam mengantisipasi gerusan air saat musim hujan.
"Harapannya, semoga nanti awet dan dampak kerusakan terhadap pekarangan warga di sekitar jembatan dapat terantisipasi. Jadi, akses masyarakat semakin lancar," kata Afif.
Saat ini, pihak kalurahan tengah menunggu instruksi teknis dari dinas terkait untuk dimulainya pengerjaan fisik di lapangan yang rencananya akan direalisasikan dalam kurun waktu satu pekan ke depan.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
