
Pelajar SMAN 1 Sleman gunakan hiburan digital untuk manajemen stres akademik

Sleman (ANTARA) - Ratusan siswa SMAN 1 Sleman mengikuti kegiatan sosialisasi literasi media digital dan temu sapa (meet and greet) dengan pemeran serial remaja di aula sekolah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi informasi sekaligus menjadi sarana relaksasi bagi pelajar setelah menjalani masa ujian sekolah yang padat.
Sosialisasi ini menghadirkan tiga aktor muda, yakni Andy William, Rafly Altama, dan Yusuf Kartiko, yang berinteraksi langsung dengan para siswa melalui berbagai kegiatan kreatif.
Acara tersebut difasilitasi oleh pihak penyelenggara guna memperkenalkan metode pemanfaatan hiburan digital yang legal, praktis, dan dapat diakses fleksibel melalui berbagai perangkat seperti smartphone maupun laptop.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu pelajar mengelola tingkat stres akademik melalui strategi coping mechanism yang positif agar kesehatan mental tetap terjaga selama masa pendidikan. Melalui pemahaman pola konsumsi media yang tepat, para siswa diharapkan mampu mengatur waktu antara kewajiban sekolah dan kebutuhan untuk memulihkan energi melalui tayangan yang edukatif serta relevan dengan dunia remaja.
Fenomena menjadikan film sebagai sarana pemulihan energi ini diakui secara luas oleh para pelajar di Sleman. Di tengah beban tugas dan tuntutan akademik yang tinggi, konten hiburan kini dipandang sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan hidup (work-life balance) siswa agar tetap produktif.
Siswi SMAN 1 Sleman Ghaisani Quinn Noriesda Qurotaa’yun di Sleman, Selasa, mengungkapkan bahwa dirinya sengaja membatasi durasi menonton selama ujian, namun menjadikan serial digital sebagai sarana refreshing setelah evaluasi akademik selesai. Menurutnya, hal ini menjadi bentuk penghargaan diri yang efektif untuk mengembalikan semangat belajar.
"Belajar terus-menerus tentu menguras tenaga dan menimbulkan kejenuhan. Dengan menonton film atau serial yang relevan dengan kehidupan remaja, kami bisa mendapatkan perspektif baru dan istirahat sejenak agar pikiran kembali segar," ujar Ghaisani di sela-sela acara.
Ia menambahkan, kesadaran pelajar dalam memilih konten yang legal juga menjadi poin penting dalam literasi digital saat ini. Menurutnya, akses terhadap tontonan berkualitas yang resmi merupakan bagian dari kedewasaan dalam menggunakan teknologi informasi.
Senada dengan hal tersebut, siswa SMAN 1 Sleman lainnya, Pandu Gabriel Pratama, menekankan bahwa fleksibilitas akses menjadi faktor krusial bagi generasi muda. Ia mengapresiasi kemudahan akses layanan digital yang bisa dinikmati kapan saja tanpa terikat pada perangkat televisi di rumah.
"Kebutuhan kami adalah layanan yang praktis dan mobile. Kehadiran platform streaming yang bisa diakses via ponsel pintar sangat membantu dalam manajemen waktu belajar dan istirahat yang lebih efisien," jelas Pandu.
Dalam acara tersebut, antusiasme siswa memuncak saat para aktor membagikan cendera mata kepada audiens. Sesi dialog mengenai proses kreatif di balik layar industri film juga menjadi inspirasi baru bagi para siswa yang memiliki minat mendalami dunia kreatif.
Kehadiran platform digital dalam ekosistem pendidikan di Sleman dipandang sebagai adaptasi teknologi yang positif. Dengan konten yang mengangkat tema persahabatan dan dinamika kehidupan remaja, layanan ini menjadi sarana penunjang bagi pelajar agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Secara psikologis, aktivitas hiburan yang terukur memang dipandang krusial sebagai bagian dari manajemen stres yang sehat. Dengan memiliki cara yang positif untuk memulihkan diri, para pelajar diharapkan dapat kembali menatap tantangan akademik dengan kondisi mental yang lebih tangguh.
Penyelenggara acara juga memfasilitasi peserta dengan memberikan akses konsumsi gratis bagi siswa yang telah melakukan registrasi. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai cara mengakses layanan legal dengan cara yang menarik dan edukatif.
Pemerintah dan pihak sekolah berharap, sinergi antara literasi digital dan dunia pendidikan dapat terus diperkuat. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan mental serta kesiapan yang matang dalam menghadapi masa depan.
Pewarta : SP
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
