Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo membuka akses lapangan pekerjaan dengan 2.055 lowongan

Selasa, 23 Juni 2026 20:58 WIB
Image Print
Job Fair di Taman Budaya Kulon Progo, di Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka akses lapangan kerja secara masif bagi masyarakat melalui penyelenggaraan "Kulon Progo Job Fair 2026" dengan menyediakan 2.055 lowongan pekerjaan.

Sebanyak 2.055 lowongan pekerjaan dari 26 perusahaan dan lembaga dari berbagai sektor, seperti manufaktur, perbankan, perhotelan, hingga peluang kerja luar negeri, dihadirkan untuk menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Selasa, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memperluas peluang bagi tenaga kerja produktif.

"Kami menargetkan penyelenggaraan bursa kerja dapat dilakukan secara berkala sebanyak tiga kali dalam setahun, guna memastikan tenaga kerja lokal memiliki akses yang luas terhadap pasar industri," kata Agung.

Ia mengatakan dunia kerja menjadi salah satu konsentrasi Pemkab Kulon Progo. Pekerjaan tidak akan datang mendatangi, tapi kesempatan harus diupayakan.

"Karena itu, manfaatkan job fair ini sebaik-baiknya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kulon Progo Bambang Sutrisno menyoroti adanya tantangan kesenjangan kompetensi atau mismatch antara kualifikasi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kulon Progo pada 2025 tercatat rendah di angka 2,14 persen, ia menyebut jumlah lowongan yang tersedia sebenarnya jauh melampaui jumlah pelamar.

"Persoalan yang kita hadapi bukan karena lowongan kerja terbatas, tetapi adanya kesenjangan antara kualifikasi, kompetensi, serta ekspektasi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan," kata Bambang.

Sebagai langkah nyata mengatasi kesenjangan tersebut, Pemkab Kulon Progo memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal melalui Media Training Center di Sentolo.

"Fasilitas ini disiapkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan bahasa agar tenaga kerja siap bersaing di pasar industri, baik domestik maupun luar negeri," katanya.

Selain memfasilitasi wawancara langsung antara pelamar dan perusahaan, job fair ini juga menggandeng sejumlah lembaga pendukung seperti BP3MI, SIGAB Indonesia, Bina Insani MTC Yogyakarta, serta Pusat Rehabilitasi YAKKUM untuk memperluas akses informasi bagi penyandang disabilitas.

Salah seorang pencari kerja, Dimas Restu Aji (25), menyambut baik inisiatif pemerintah daerah tersebut. Ia mengaku terbantu dengan proses rekrutmen yang terpusat dan terbuka.

"Semoga ada yang nyangkut. Saya berharap bisa mendapat panggilan untuk mengikuti rekrutmen dan segera diterima bekerja," katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo optimistis dapat menekan angka pengangguran serta kemiskinan dengan cara mempertemukan talenta berkualitas dengan kebutuhan dunia industri secara efektif.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026