Logo Header Antaranews Jogja

BPBD Gunungkidul pastikan kenaikan Pertamax tidak mengurangi pelayanan

Selasa, 23 Juni 2026 21:42 WIB
Image Print
ilustrasi- BPBD Gunungkidul melaksanakan siaga bencana hidrometeorologi basah. ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, tidak akan mengurangi pelayanan kebencanaan kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan kenaikan harga Pertamax memang berdampak, terutama pada operasional armada mobil tangki untuk dropping air karena menggunakan BBM jenis tersebut.

“Memang sangat terasa dampaknya, tetapi nanti akan kami hitung karena pada prinsipnya ini merupakan layanan kepada masyarakat,” kata Purwono, di Gunungkidul, Selasa.

Ia mengatakan BPBD akan menggunakan skema pengajuan Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila anggaran reguler, khususnya untuk belanja BBM telah habis.

“Manakala anggaran reguler di kami habis, sementara kekeringan masih belum berakhir, tentu kami akan mengajukan BTT,” katanya.

Menurut dia, anggaran reguler untuk mendukung dropping air di Gunungkidul sekitar Rp460 juta dan saat ini masih tersedia.

Purwono belum dapat menyampaikan secara rinci dampak kenaikan harga Pertamax karena hingga kini belum ada agenda dropping air, sehingga armada mobil tangki tersebut juga belum beroperasi secara masif.

“Namun saya pastikan, ketika anggaran BBM tidak mencukupi, kami akan mengajukan melalui pos BTT pada anggaran pemerintah daerah,” tegas Purwono.

Ia merinci armada milik BPBD yang difungsikan untuk layanan kebencanaan, yakni empat truk tangki, dua ambulans, satu mobil bak terbuka, dan enam mobil pemadam kebakaran.

“Mobil tangki air untuk dropping menggunakan BBM nonsubsidi, sedangkan mobil pemadam kebakaran dan ambulans menggunakan BBM subsidi,” jelasnya



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026