Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo bentengi ASN dari jeratan keuangan ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 21:53 WIB
Image Print
Pemkab Kulon Progo selenggarakan "Investasi Aman, Mudah, Terjangkau melalui Reksadana" . (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya membentengi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jeratan praktik keuangan ilegal melalui edukasi literasi pasar modal yang berfokus pada instrumen reksadana.

Kegiatan bertajuk "Investasi Aman, Mudah, Terjangkau melalui Reksadana" yang digelar di Aula Adikarta tersebut merupakan bagian dari Roadmap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kulon Progo 2026–2030, yang bekerja sama dengan OJK DIY, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI).

Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono di Kulon Progo, Selasa, menekankan pentingnya ASN untuk memiliki literasi keuangan yang mumpuni agar tidak terjebak pada janji-janji manis investasi tidak bertanggung jawab, seperti judi "online" maupun trading bodong.

"Saya harap konsistensi dalam berinvestasi dapat dijaga walaupun dimulai dengan nominal kecil. Jadikan literasi ini sebagai kompas agar kita tidak mudah tersesat pada investasi yang tidak bertanggung jawab," kata Triyono.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kulon Progo Ari Fitriani menjelaskan edukasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Untuk tahap awal, sasaran prioritas adalah ASN non-guru, yang nantinya akan disusul oleh tenaga pendidik, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.

"Kegiatan ini untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi ASN agar memahami mekanisme investasi yang sah, legal, dan aman, serta terhindar dari praktik investasi ilegal yang semakin marak," kata Ari.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK OJK DIY Rinto Setyo mengingatkan peserta mengenai rumus "2L" (Legal dan Logis) sebelum menempatkan dana pada instrumen keuangan apa pun.

"Teliti dulu legalitasnya, berizin atau tidak. Yang kedua, rasional atau tidak imbal hasilnya. Manakala tidak legal dan tidak logis, sebaiknya segera dihindari," kata Rinto.

Berdasarkan data OJK, inklusi pasar modal nasional saat ini masih tergolong rendah, yakni baru menyentuh angka 1,34 persen pada tahun 2025. Melalui seminar ini, Pemkab Kulon Progo mendorong ASN untuk mengubah gaya hidup konsumtif menjadi produktif melalui investasi yang aman.

Acara dilanjutkan dengan paparan teknis dari Kepala Perwakilan BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, dan Marketing Officer KISI Sekuritas, Fransiska Kurnia. Para ASN diharapkan dapat memahami mekanisme investasi sebagai langkah mencapai kemerdekaan finansial untuk masa tua yang lebih tenang dan bermartabat.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026