Logo Header Antaranews Jogja

Dubes Wang nyatakan China siap dukung implementasi MBG dengan adopsi AI

Rabu, 24 Juni 2026 15:16 WIB
Image Print
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan sambutannya dalam acara Hari Nasional ke-76 Republik Rakyat China di Jakarta, Rabu malam (24/9/2025). (ANTARA/Nabil Ihsan)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan China senantiasa mendukung kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di mana komunitas bisnis China bersedia membantu kelancaran program, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

“Saya paham bahwa para pebisnis China juga ingin mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan cara-cara yang dapat mereka lakukan,” kata Dubes Wang ditemui usai agenda Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu.

Ia lantas menyebut pertemuannya baru-baru ini dengan raksasa teknologi China Tencent yang sedang menjalankan proyek implementasi teknologi AI untuk perencanaan harian MBG.

Menurut Dubes Wang, pihak Tencent mengungkapkan bahwa mereka saat ini merancang sebuah perangkat yang mendeteksi secara otomatis jumlah siswa yang hadir pada satu hari sekolah.

Data yang ditangkap dari perangkat tersebut kemudian akan disampaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga mereka dapat menentukan jumlah porsi MBG yang harus dibuat dan diantar untuk satu sekolah, kata dia.

Dubes China untuk Indonesia itu menilai peran yang dilakukan Tencent saat ini merupakan cerminan dari besarnya komitmen mitra di China untuk mendukung program prioritas pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto.

“Kita pun juga dapat belajar dari satu sama lain,” kata Wang, sembari mengharapkan agar implementasi teknologi semacam itu dapat semakin meningkatkan kualitas implementasi MBG.

Akhir bulan lalu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan implementasi government technology (govtech) dapat membantu meningkatkan efisiensi tata kelola pelaksanaan MBG.

Saat ini pihaknya sedang mengembangkan teknologi tersebut sebagai ekosistem digital untuk integrasi data kementerian dan lembaga pemerintah yang dapat digunakan dalam pengawasan dan evaluasi berbagai program pemerintah.

“Misalnya, (pelaksanaan) MBG dengan data yang ada akan bisa dilihat daerah mana yang membutuhkan, daerah mana yang masih bisa dijadikan prioritas kedua, begitu pun yang lain,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Senin (25/5).

Di samping MBG, pemanfaatan AI dalam govtech untuk harmonisasi dan penyusunan data penerima juga akan diimplementasikan dalam program Bantuan Sosial (Bansos).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes Wang: China siap dukung implementasi MBG dengan adopsi AI



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026