
Rusia sedang jajaki peluang kerja sama tenaga kerja dengan RI

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, mengatakan bahwa pihaknya sedang menjajaki peluang kerja sama pengiriman tenaga kerja dengan Indonesia.
Dalam arahan pers di Jakarta, Rabu, Tolchenov mengatakan bahwa isu tersebut baru muncul pertama kali dalam agenda bilateral Rusia-Indonesia tahun lalu.
Tolchenov mengatakan bahwa pihaknya sedang menjajaki peluang kerja sama yang tidak hanya berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja atau migran, tetapi juga dengan kebutuhan nyata akibat penuaan populasi yang terjadi di banyak negara, termasuk Rusia, sehingga diperlukan lebih banyak tenaga kerja.
“Kami mulai dari negara tetangga kami di Asia Tengah dan yang lebih dekat dengan perbatasan kami. Sekarang beberapa perusahaan mencari Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujarnya, menambahkan bahwa hal itu baru langkah awal dari penjajakan tersebut.
Menurut Tolchenov, pihaknya telah memiliki kontak dengan Kementerian Tenaga Kerja RI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), dan beberapa perusahaan yang bekerja di Indonesia yang dapat menyediakan tenaga kerja bagi Rusia.
Meskipun begitu, Tolchenov mengatakan mereka memahami bahwa Pemerintah Indonesia memiliki fokus pada pelindungan hak-hak pekerja migran, menegaskan bahwa Rusia ingin agar semuanya dijamin secara hukum dan transparan.
“Mungkin diperlukan lebih banyak perjanjian antarpemerintah secara bilateral di bidang ini, mungkin beberapa perjanjian antarperusahaan. Namun, saya percaya ini mungkin akan menjadi salah satu topik masa depan yang sangat menjanjikan dalam hubungan bilateral kita,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov mengatakan bahwa meski jumlah pekerja migran dari negara-negara kawasan Asia Tenggara di Rusia relatif kecil, hak dan kepentingan mereka tetap perlu diperhatikan dan mendapatkan pelindungan yang memadai.
Menurutnya, rencana aksi komprehensif ASEAN memang menyediakan kerja sama di bidang tersebut yang mencakup kerja sama dalam pengembangan dan sertifikasi keterampilan pekerja migran, pengakuan kompetensi, serta penyelarasan kebijakan dan tata kelola migrasi pekerja.
Dia menambahkan bahwa Deklarasi Vientiane menjadi salah satu acuan penting bagi kerja sama lima tahun ke depan. Meski belum ada mekanisme khusus antara ASEAN dan Rusia, hal tersebut tetap dapat dibahas melalui kerangka kerja yang tersedia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes: Rusia sedang jajaki peluang kerja sama tenaga kerja dengan RI
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
