Logo Header Antaranews Jogja

Kemenbud luncurkan KILA 2026, Hidupkan ekosistem lagu anak

Rabu, 24 Juni 2026 16:59 WIB
Image Print
Kementerian Kebudayaan RI kembali menghadirkan program Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2026 untuk memperkuat ekosistem lagu anak nasional melalui Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Menyanyi Lagu Anak. ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan RI kembali menghadirkan program Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2026 untuk memperkuat ekosistem lagu anak nasional melalui Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Menyanyi Lagu Anak.

Program yang diselenggarakan secara konsisten sejak tahun 2020 ini merupakan upaya pemerintah dalam mendukung penciptaan lagu anak, pengembangan talenta muda, serta pembentukan karakter generasi bangsa.

Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, KILA telah menjadi ruang kreatif bagi ribuan anak Indonesia untuk berkarya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap identitas budaya bangsa.

Peluncuran KILA 2026 dilakukan secara daring melalui kanal media sosial serta platform digital resmi milik KILA dan Kementerian Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan KILA 2026 hadir sebagai ruang kreatif penting untuk mendorong lahirnya lagu anak berkualitas sebagai sarana penanaman nilai dan penguatan rasa percaya diri.

Kementerian Kebudayaan menyambut baik keberlanjutan program ini yang terus hadir sebagai wadah kreativitas bagi anak-anak dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berani berkarya, berani bernyanyi, dan berani menunjukkan bakat terbaik melalui KILA 2026 demi masa depan bangsa," ujar Fadli Zon.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra menegaskan bahwa KILA adalah bagian penting dalam membangun ekosistem seni budaya yang berkelanjutan.

Menurut Ahmad Mahendra program ini tidak hanya mendorong lahirnya karya berkualitas tetapi juga memperluas apresiasi masyarakat terhadap lagu anak sebagai media penanaman nilai budaya.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan lagu anak Indonesia terus diproduksi, disebarluaskan, dan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat luas.

"Melalui lagu anak, kita tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga menanamkan nilai budaya, karakter, dan rasa cinta terhadap Indonesia," kata Ahmad Mahendra.

Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti juga mengajak anak-anak Indonesia untuk terus berani mengekspresikan diri melalui musik dan lagu.

Irini berharap KILA dapat menjadi wadah yang melahirkan karya musik berkualitas sekaligus mendorong regenerasi penyanyi anak di tanah air.

Program KILA digulirkan sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan masih terbatasnya produksi dan apresiasi terhadap lagu anak yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang mereka.

"Kami mengajak seluruh anak Indonesia untuk berpartisipasi dalam KILA 2026 dan bersama-sama menghadirkan lebih banyak lagu anak yang berkualitas," jelas Irini.

Pada tahun 2026 ini, KILA kembali mengusung semangat untuk menghadirkan karya lagu yang relevan dengan kehidupan anak masa kini serta membuka ruang bagi talenta muda dari seluruh daerah.

Pendaftaran KILA 2026 resmi dibuka mulai 22 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan dua kategori utama, yaitu Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Menyanyi Lagu Anak.

Rangkaian kegiatan kompetisi ini akan dilanjutkan dengan proses kurasi dan audisi, sebelum ditutup dengan acara Grand Final dan Pentas KILA 2026 pada 18 September 2026.

Selain kompetisi, KILA juga menghadirkan berbagai kegiatan musik, promosi, dan edukasi, termasuk penampilan Duta KILA dalam sejumlah acara nasional, produksi video klip, serta kampanye digital.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lengkap mengenai penyelenggaraan dan pendaftaran KILA 2026 dapat mengakses laman resmi kila.kemenbud.go.id.

Melalui program KILA, Kementerian Kebudayaan berharap semakin banyak lagu anak yang lahir dan dicintai oleh generasi muda sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Indonesia.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026