Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta pastikan tak ada pelanggaran distribusi elpiji 3 kg

Rabu, 24 Juni 2026 17:34 WIB
Image Print
Pekerja melakukan pengisian tabung elpiji tiga kg di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Ananda Rasya Putra, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026). (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Dinas Perdagangan memastikan hingga saat ini tidak ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran elpiji bersubsidi atau gas dalam tabung isi tiga kilogram di kota tersebut.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada pelanggaran dan penyaluran elpiji tiga kilogram masih sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Jalaludin di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, dalam melakukan distribusi atau penyaluran elpiji bersubsidi ke pangkalan maupun agen resmi di wilayah Kota Yogyakarta telah menerapkan sistem digitalisasi.

Pada awalnya sistem digitalisasi dalam distribusi elpiji menghadapi berbagai penolakan, namun seiring perkembangan teknologi, sistem tersebut kini mulai diterima dan mampu meningkatkan transparansi distribusi.

"Distribusi dan stok kuota sudah menggunakan sistem digital. Pengiriman elpiji menggunakan kode OTP yang dicocokkan antara sopir distribusi dengan agen tujuan. Dengan demikian, potensi penyelewengan distribusi dapat diminimalkan," katanya.

Dia mengatakan, guna memberikan pemahaman kepada agen dan pangkalan terkait distribusi dan ketersediaan elpiji tiga kilogram, salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Stabilisasi Ketersediaan Elpiji Bersubsidi.

Menurut dia, elpiji tiga kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang sama bagi seluruh pelaku distribusi agar penyaluran tepat sasaran.

"Elpiji tiga kilogram diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Karena masih terjadi ketidaktepatan sasaran, kami memberikan pemahaman kepada para agen dan pangkalan agar dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan," katanya.

Dia juga mengatakan, menghadapi masa liburan sekolah, pemerintah tetap mewaspadai potensi peningkatan kebutuhan elpiji, mengingat kota pariwisata Yogyakarta diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor kuliner.

"Ketika libur panjang, sektor kuliner seperti di Pasar Kranggan dan Pasar Ngasem sangat ramai. Salah satu kebutuhan utama pelaku usaha kuliner adalah elpiji, sehingga permintaan diperkirakan akan meningkat," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026