
UNY-Pemkab Kulon Progo bersinergi kembangkan kampus berbasis kesehatan

Kulon Progo (ANTARA) - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui pengembangan program studi baru yang berfokus pada bidang kesehatan, olahraga, dan gizi, guna mendongkrak kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Rektor UNY Prof. Sumaryanto di Kulon Progo, Kamis, menyatakan langkah pemekaran program studi ini dirancang untuk menjadikan Kabupaten Kulon Progo sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang pembinaan, khususnya olahraga, yang mencakup seluruh jenjang pendidikan dari dasar hingga perguruan tinggi.
"Kami ingin Kulon Progo menjadi center of excellence pembinaan olahraga di Indonesia. UNY juga berkomitmen memberikan tempat khusus untuk memfasilitasi peningkatan kualifikasi pendidikan masyarakat, mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3, termasuk optimalisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)," kata Prof. Sumaryanto.
Terkait isu yang beredar mengenai pemindahan operasional kampus, Rektor mengklarifikasi bahwa efisiensi harus dilakukan mengingat sistem perkuliahan Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi yang berjalan di dua lokasi berbeda selama ini memicu biaya operasional yang tinggi serta membuat fokus pengajaran para dosen terbagi antara Wates dan Gunungkidul.
Sebagai kompensasinya, UNY akan membuka dan mengembangkan sejumlah program studi baru yang sangat spesifik dan prospektif di Kulon Progo pada tahun 2027, seperti manajemen olahraga, kesehatan, ilmu gizi, keperawatan, hingga kedokteran.
Kedepannya, tidak menutup kemungkinan dibuka pula Fakultas Peternakan, Kehutanan, dan Pertanian.
Baca juga: Kemdiktisaintek menggandeng BRIN dan UNY usut kasus dugaan fabrikasi riset
"Proses transisi ini berjalan bertahap. Untuk tahun ini mahasiswa baru yang diterima sekitar 900 hingga 1.000 orang, dimana 50 persen lebih masih berkuliah di sini. Mahasiswa Teknik dan Ekonomi yang ada saat ini tetap akan diselesaikan perkuliahannya hingga lulus, yang diperkirakan memakan waktu lima sampai enam tahun ke depan, bersamaan dengan masuknya mahasiswa baru dari klaster kesehatan," ucapnya.
Sementara itu Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kemitraan tersebut. Kehadiran ribuan mahasiswa baru dinilai akan menjadi stimulus penting bagi roda perekonomian lokal.
"Masuknya warga baru dari kalangan berpendidikan tidak hanya meningkatkan derajat sosial masyarakat setempat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi riil. Kebutuhan dasar seperti pemondokan (kos), kuliner, hingga sandang, dipastikan akan ikut berputar di Kulon Progo," kata Agung Setyawan.
Menanggapi bentuk fasilitasi dari pemerintah daerah, Bupati menjelaskan keterbatasan regulasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tidak mengenal sistem pencadangan tanah (land banking) seperti di Jawa Tengah, membuat Pemda Kulon Progo belum bisa memberikan bantuan berupa hibah lahan fisik. Terlebih, saat ini pun kantor Pemda Kulon Progo masih berstatus kontrak.
Kendati demikian Agung memastikan Pemda Kulon Progo akan memberikan dukungan penuh dalam aspek non-fisik yang krusial guna menjamin kenyamanan investasi pendidikan di wilayahnya.
"Dukungan luar biasa yang bisa kami berikan adalah kemudahan regulasi, mulai dari tata aturan pendirian bangunan, pengurusan tanah, hingga jaminan kepastian investasi. Kami berkomitmen menciptakan iklim dan suasana kondusif bagi seluruh rencana pengembangan akademik UNY di Kulon Progo," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
