Logo Header Antaranews Jogja

Menteri Wihaji serahkan bantuan rumah bagi keluarga risiko stunting

Kamis, 25 Juni 2026 17:06 WIB
Image Print
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah kepada dua Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (25/6). ANTARA/HO-Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah kepada dua Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (25/6).

Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) untuk mempercepat penurunan stunting lewat intervensi langsung kepada keluarga sasaran.

Menteri Wihaji menegaskan pencegahan stunting tidak hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga lewat perbaikan kualitas lingkungan tinggal yang sehat dan layak.

Kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko stunting pada tumbuh kembang anak.

"Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kecukupan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, kita juga perlu memastikan bahwa keluarga tinggal di lingkungan yang sehat, memiliki sanitasi yang baik, serta rumah yang layak untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Wihaji.

Baca juga: Anak dari ayah yang hadir punya kompetensi sosial lebih baik

Bantuan rehabilitasi rumah diberikan kepada keluarga Suparjiman (Glondong, Tirtomartani, Kalasan) dan Paiyem (Pakem, Tamanmartani, Kalasan) di Kecamatan Kalasan untuk memperbaiki fasilitas pendukung kesehatan keluarga.

Melalui bantuan tersebut, keluarga penerima manfaat diharapkan memiliki hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman demi mencegah stunting secara berkelanjutan.

Program GENTING merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Sasaran program ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan anak di bawah usia dua tahun dari kelompok berisiko.

Bantuan program dapat berupa dukungan nutrisi, perbaikan sanitasi, layanan kesehatan, edukasi pola hidup bersih, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Dalam kesempatan itu, Menteri Wihaji mengapresiasi para mitra termasuk Bank Syariah Indonesia yang memberikan bantuan senilai masing-masing Rp50 juta.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Baca juga: Mendukbangga: Bahasa kasih kunci jaga keharmonisan keluarga

"Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, kita ingin memastikan setiap keluarga yang berisiko mendapatkan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan. Ini adalah gerakan bersama untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.

Pemerintah terus mendorong penguatan Program GENTING sebagai strategi percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi serta berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak keluarga mendapat pendampingan untuk mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Baca juga: Mendukbangga sebut peran sosok ayah penting dalam kehidupan setiap anak



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026