
Stikes Guna Bangsa laksanakan WUS Cerdik agar perempuan paham anemia

Yogyakarta (ANTARA) - Kelompok mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Guna Bangsa Yogyakarta merancang dan melaksanakan Program WUS Cerdik untuk memberikan edukasi kepada perempuan usia subur agar memahami anemia, termasuk dalam kaitan dengan transisi premenopause.
"Pemahaman mengenai anemia dan transisi premenopause ini penting untuk para wanita usia subur, sehingga mereka bisa tetap menjaga kesehatan dirinya," kata Ketua Kelompok IV Mahasiswa Program Studi Kebidanan Program Magister Stikes Guna Bangsa Yogyakarta Wiwit Purwaningsih dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis.
Program WUS Cerdik (Wanita Usia Subur Cerdas, Energik, Terdidik) dirancang dan dilaksanakan mahasiswa Program Studi Kebidanan Program Magister Stikes Guna Bangsa Yogyakarta dengan implementasi terhadap kalangan perempuan usia subur di Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, di kawasan Gunung Merapi.
Peserta kegiatan berupa penyuluhan dan dialog interaktif itu, berjumlah 25 perempuan (usia 35-50 tahun), sedangkan kelompok mahasiswa Prodi Kebidanan itu berjumlah 10 orang (Wiwit Purwaningsih, Cen Cen Ningrum, Tina Gloria Siahaan, Pebia Norviana, Nurul Aini, Ima Gusrika, Rima Rachmawati, Maychita, Riyantika, Sulis Indrayani).
Rangkaian kegiatan, belum lama ini yang ditandai, antara lain keterlibatan kepala dusun dan kader kesehatan setempat, pemberian leaflet serta pemutaran video edukasi pencegahan anemia dan persiapan premenopause itu, di bawah bimbingan sejumlah dosen, yakni Dr.dr.Siswanto Pabidang, SH.,MM, Yunri Merida S.SiT M.Keb, dan Shandy Wigya Mahanani M.Tr.Keb.
Ia menjelaskan pentingnya WUS memperoleh pengetahuan yang baik tentang anemia, baik penyebab, gejala, maupun pencegahan, serta memahami perubahan fisiologis perempuan pada masa premenopause dan keterkaitan dengan anemia.
Selain itu, katanya, pentingnya kalangan tersebut mengonsumsi makanan sumber zat besi dan asupan gizi seimbang, memanfaatkan suplemen zat besi (WUS non-hamil), dan berpartisipasi dalam pemeriksaan kadar hemoglobin di posyandu.
Program tersebut, ujar dia, dirancang sebagai program berkelanjutan yang tidak hanya memberikan edukasi sesaat kepada WUS, akan tetapi juga membangun sistem pendampingan secara terintegrasi dengan kader kesehatan setempat.
Ia menjelaskan pentingnya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku WUS tentang pencegahan anemia dan persiapan menghadapi transisi premenopause yang sehat melalui program tersebut.
Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal, sedangkan premenopause fase perubahan hormonal pada perempuan yang terjadi beberapa tahun sebelum menopause, umumnya usia 40–50 tahun.
Ia mengatakan hubungan anemia dan transisi premenopause bersifat dua arah, di mana perubahan pola menstruasi pada perempuan premenopause bisa memperburuk anemia yang sudah ada, sementara anemia yang tidak ditangani akan memperparah gejala premenopause seperti kelelahan ekstrem, penurunan konsentrasi, dan kelemahan fisik.
Program WUS Cerdik merupakan inovasi kebidanan komunitas yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan WUS mencegah anemia dan bersiap menuju transisi premenopause yang sehat dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip promosi kesehatan berbasis bukti serta pendekatan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, para peserta secara aktif mengajukan pertanyaan yang relevan, terutama menyangkut kondisi nyata yang mereka hadapi, seperti gejala kelelahan kronis, pola menstruasi yang berubah, dan kekhawatiran tentang kesehatan tulang.
Selain itu, kader kesehatan di daerah setempat mendapatkan penguatan kapasitas untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada WUS di lingkungan itu.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026
