Logo Header Antaranews Jogja

Mendukbangga: Pernikahan tak tercatat bisa tingkatkan risiko stunting

Kamis, 25 Juni 2026 21:38 WIB
Image Print
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (dua dari kanan) memberikan bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada keluarga berisiko stunting di Sleman, Yogyakarta, Kamis (26/6/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengemukakan pernikahan yang tidak tercatat secara resmi dapat meningkatkan risiko keluarga berisiko stunting (KRS).

Wihaji menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi KRS di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dalam rangkaian menuju Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang akan jatuh pada 29 Juni mendatang.

"Kita menemukan kasus seorang ibu dengan tiga anak yang menghadapi kesulitan ekonomi setelah pernikahannya tidak tercatat secara resmi dan sang suami meninggal dunia. Kasus tersebut menunjukkan masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai risiko yang dapat muncul akibat pernikahan yang tidak tercatat," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK), penyuluh lapangan, serta petugas Kemendukbangga/BKKBN untuk memperkuat edukasi kepada calon pengantin agar memahami konsekuensi berbagai keputusan yang dapat berdampak pada kesejahteraan keluarga dan anak.

"Kita harus mengedukasi masyarakat mengenai risiko-risiko yang bisa muncul. TPK harus mendampingi calon pengantin agar ke depan keluarga yang dibangun lebih siap dan lebih baik," ujarnya.

Wihaji menambahkan, kunjungan langsung ke lapangan menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan keluarga secara konkret, termasuk menangani keluarga risiko stunting yang menghadapi masalah ekonomi, sanitasi, akses air bersih, hingga rendahnya pengetahuan keluarga.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN akan terus menyentuh kelompok-kelompok rentan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan pemerintah daerah.

Pemerintah terus mendorong penguatan Program Genting sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak keluarga risiko stunting yang mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendukbangga: Pernikahan tak tercatat bisa tingkatkan risiko stunting



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026