
Kulon Progo meluncurkan "Gora Bangsa" akselerasi wisata ke kancah global

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan strategi baru bertajuk "Gora Bangsa" (Gotong Royong, Kolaborasi Membangun Pariwisata) guna mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata daerah agar mampu bersaing di kancah nasional hingga global.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Kamis, mengatakan bahwa strategi tersebut diinisiasi untuk mengintegrasikan performa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan berbasis model pentahelix.
"Saya ingin pariwisata Kulon Progo mempunyai ciri khas masing-masing dan tidak meniru daerah lain. Saatnya kita bergerak dari lokal, nasional, hingga ke global dengan memanfaatkan infrastruktur yang kini semakin strategis," kata Ambar.
Ia menekankan keberhasilan sektor pariwisata sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Menurutnya, kunci utama pengembangan wisata adalah menciptakan pengalaman berkesan sehingga mampu mendorong kunjungan ulang (repeat order) dari wisatawan.
"Kolaborasi harus ditingkatkan. Wisata harus dibenahi agar orang datang dan ingin kembali lagi. Tolong libatkan seluruh lapisan masyarakat sampai tingkat bawah," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menjelaskan bahwa "Gora Bangsa" merupakan payung inovasi untuk mereduksi ego sektoral antar-instansi. Dalam skema ini, setiap elemen pentahelix memiliki peran terukur.
"Akademisi akan memberikan kajian dan penguatan publikasi media sosial, sementara sektor bisnis atau dunia usaha dilibatkan untuk modernisasi sistem transaksi," kata Sutarman.
Dinas Pariwisata Kulon Progo, kata dia, kini mulai menerapkan digitalisasi transaksi non-tunai (cashless) untuk retribusi wisata melalui kerja sama dengan Bank BPD DIY guna menjamin transparansi serta efektivitas pendapatan asli daerah (PAD).
Selain itu, pihaknya juga tengah menyusun strategi kolaboratif dengan pelaku usaha untuk menciptakan acara tahunan berskala besar. Langkah ini diambil agar atraksi wisata di Kulon Progo lebih terarah dan memiliki daya saing untuk menembus agenda nasional, Karisma Event Nusantara (KEN).
Sutarman optimistis penguatan sinergi lintas sektor ini akan mempercepat perputaran roda ekonomi masyarakat dan meningkatkan PAD secara signifikan.
"Inovasi ini menempatkan pariwisata tidak hanya sebagai tugas Dinas Pariwisata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh instansi terkait yang mendukung pengembangan wisata di Kulon Progo," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
