Logo Header Antaranews Jogja

Prabowo melibatkan profesor di posisi kunci pemerintahan

Jumat, 26 Juni 2026 20:03 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri 2.600 rektor, dekan dan dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia tersebut diselenggarakan dengan tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya melibatkan para profesor pada berbagai posisi kunci di pemerintahan untuk membantu mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat, Prabowo mengatakan hampir di setiap sektor strategis pemerintahan terdapat profesor yang menempati posisi penting dalam proses pengambilan kebijakan.

"Kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," ujarnya.

Prabowo menjelaskan tujuan bernegara adalah mewujudkan kehidupan yang layak dan sejahtera bagi rakyat. Karena itu, pemerintah harus mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa.

Menurut dia, sejak awal dirinya menyadari pentingnya peran ilmuwan dan guru besar dalam penyelenggaraan negara. Atas dasar itu, para profesor dilibatkan dalam berbagai bidang yang memiliki peran strategis dan menentukan.

Prabowo menilai keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh sosok pemimpin itu sendiri, tetapi juga oleh kualitas tim yang mendukungnya.

Ia mengatakan seorang pemimpin membutuhkan sumber daya manusia yang andal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sebagai ilustrasi, Prabowo mencontohkan keberhasilan dalam olahraga tidak hanya ditentukan oleh pemain, tetapi juga oleh kualitas manajemen dan seluruh tim pendukung.

"Kalau kita mau menang sepak bola, kita harus punya manajer yang baik, pelatih yang baik, tukang pijit yang baik, tukang bawa minuman yang baik, dan kesebelasan yang terbaik, baru kita bisa jadi juara. Sama di semua bidang. Bukan teknologinya, bukan peralatannya, melainkan laki-laki dan perempuan yang berada di balik peralatan itu," katanya.

Prabowo menegaskan faktor utama yang menentukan keberhasilan bukan semata-mata teknologi atau peralatan, melainkan kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan dan memanfaatkannya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan KSTI yang melibatkan kalangan ilmuwan dan akademisi dalam pembahasan berbagai isu strategis nasional.

Sarasehan Kebangsaan KSTI berlangsung pada 26–28 Juni 2026 dengan mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia". Kegiatan tersebut mencakup simposium dan diskusi panel mengenai pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi, serta industri.

Pada Sabtu (27/6), ekonom Amerika Serikat Jeffrey Sachs dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada ribuan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rangkaian kegiatan akan ditutup pada Minggu (28/6) dengan peluncuran peta jalan dan agenda riset 2026 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Arif Satria. Presiden Prabowo dijadwalkan menutup acara tersebut pada pukul 10.00 WIB.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo libatkan profesor di posisi kunci pemerintahan



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026