Logo Header Antaranews Jogja

Iran tuding Trump tak berkomitmen pada negosiasi, gencatan senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 18:32 WIB
Image Print
Warga sipil membawa barang-barang mereka saat mereka berjalan menuju titik pertemuan untuk dievakuasi dari daerah kepungan di Homs, Suriah, Jumat (7/2). Suriah mengevakuasi tiga bus yang penuh dengan warga sipil dari derah kepungan Homs Jumat kemarin, langkah pertama dari rencana gencatan senjata untuk alasan kemanusiaan di kota yang telah menderita salah satu kerusakan terburuk dalam konflik Suriah yang berlangsung selama tiga tahun. Ketiga bus yang membawa puluhan warga yang terlihat lelah dan didampingi oleh pihak dari Bulan Sabit Merah Arab Suriah itu tiba di titik pertemuan di luar Homs yang dijaga oleh tentara dan polisi. (RETUERS/Yazan Homsy)

Teheran (ANTARA) - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan Presiden AS Donald Trump kembali menunjukkan bahwa ia tidak berkomitmen terhadap prinsip-prinsip negosiasi maupun gencatan senjata.

"Amerika Serikat kembali menyerang Iran di tengah berlangsungnya perundingan. Presiden AS yang gagal kembali menunjukkan bahwa ia tidak berkomitmen terhadap prinsip-prinsip negosiasi maupun gencatan senjata," tulis Azizi melalui akun X miliknya, Sabtu (27/6).

"Pelanggaran gencatan senjata yang gegabah ini, seperti biasa, pada akhirnya akan berujung pada kemunduran dan penyesalan di pihak mereka. Saling menyalahkan tak lagi efektif," katanya.

Azizi menyampaikan pernyataan tersebut setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan melalui X bahwa pasukannya telah melancarkan serangan terhadap fasilitas penyimpanan rudal dan drone serta radar pesisir Iran pada 26 Juni.

Menurut CENTCOM, serangan itu merupakan respons atas dugaan serangan terhadap sebuah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya.

Trump juga mengeklaim melalui platform Truth Social bahwa Iran telah meluncurkan empat drone serang satu arah ke arah kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia menuduh Iran telah melanggar gencatan senjata antara kedua negara.

Perkembangan tersebut terjadi ketika Iran dan AS sedang melakukan perundingan untuk merampungkan nota kesepahaman (MoU) mengenai gencatan senjata yang menghentikan perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Perundingan itu juga bertujuan mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.

MoU tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dokumen itu memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS.

Sumber: IRNA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran tuding Trump tak berkomitmen pada negosiasi, gencatan senjata



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026