Logo Header Antaranews Jogja

Kemendikdasmen: IFP beri pengalaman mengajar berkesan

Senin, 29 Juni 2026 20:10 WIB
Image Print
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan simulasi kebijakan Digitalisasi Pembelajaran melalui pemanfaatan IFP dalam rangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa (9/2/2026). ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan pemanfaatan interactive flat panel (IFP) memberikan pengalaman mengajar yang berkesan karena memudahkan penyampaian materi bagi sejumlah guru di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin, mengatakan digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran IFP merupakan upaya Kemendikdasmen dalam memastikan kegiatan belajar mengajar di tiap ruang kelas berlangsung layak, aman, dan nyaman dengan bantuan akses teknologi yang lebih memadai.

Pada kesempatan berbeda, Ahmad Fahrudin guru PJOK SMPN 2 Kutasari Purbalingga mengatakan pengalaman mengajarkan Senam Anak Indonesia Hebat berubah sejak hadirnya IFP.

Menurut Ahmad, fitur yang paling membantunya adalah pemutaran video multimedia, screen mirroring, dan anotasi langsung di layar.

Fungsi anotasi pada IFP memungkinkan seseorang membuat catatan tertentu untuk menerangkan atau memberikan komentar.

Fungsi inilah, kata dia, yang mampu mengasah pemahaman dan menumbuhkan pola berpikir kritis murid sekaligus membuka peluang diskusi.

“Olahraga adalah materi yang bersifat kinestetik dan visual. Saya cukup memutar video, menghentikannya pada gerakan tertentu, lalu memberi anotasi untuk menunjukkan posisi kaki atau tangan yang benar. Saya tidak perlu lagi mendemonstrasikan gerakan berulang-ulang sehingga waktu mengajar jauh lebih efisien dan materi lebih mudah dipahami murid,” kata Ahmad.

Pengalaman serupa dirasakan Patmiarsih Winarni, guru IPA dari sekolah yang sama dan telah mengajar selama 25 tahun.

Menurut dia, IFP menghadirkan pengalaman belajar yang jauh lebih hidup dibandingkan metode konvensional.

“IFP memberi kemudahan dalam menyajikan video, presentasi, YouTube hingga berita aktual yang sesuai materi. Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika murid sangat antusias mengikuti kuis interaktif dan gim edukasi. Anak yang biasanya kurang memperhatikan pun langsung fokus ke layar karena pembelajarannya terasa menyenangkan,” katanya.

Patmiarsih menambahkan, fitur digital whiteboard, anotasi, dan screen mirroring menjadi favoritnya.

“Saya bisa mengakses berbagai referensi dengan cepat, memberi catatan langsung di layar, sekaligus menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Anak visual belajar lewat video dan infografis, anak auditori melalui audio, sementara anak kinestetik dapat maju menyentuh, menulis, atau memindahkan objek di layar,” ujarnya.

Para guru berharap pemanfaatan IFP terus diperkuat melalui pelatihan yang berkelanjutan, dukungan koneksi internet yang stabil, serta penambahan konten pembelajaran interaktif.

Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi perangkat di ruang kelas, namun juga benar-benar menjadi jembatan yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen: IFP beri pengalaman mengajar berkesan



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026