Logo Header Antaranews Jogja

Venezuela alami 500 gempa susulan sejak gempa pertama pada Rabu

Selasa, 30 Juni 2026 09:03 WIB
Image Print
Anggota keluarga dan sukarelawan mencari di antara reruntuhan setelah dua gedung berlantai 17 di kompleks hunian Belo Horizonte runtuh di Catia La Mar, La Guaira, Venezuela, pada 26 Juni 2026. Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela telah meningkat menjadi 920 orang, sementara upaya penyelamatan terus berlanjut dengan peralatan terbatas; sejumlah jenazah telah ditemukan, namun banyak lainnya diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan. ANTARA/Diko Betancourt - Anadolu Agency / pri.

New York (ANTARA) - Venezuela telah mengalami lebih dari 500 gempa susulan sejak dua gempa kuat mengguncang negara Amerika Selatan itu pada 24 Juni, kata Koordinator Residen PBB untuk Venezuela, Gianluca Rampolla Del Tindaro, Senin.

"Sejak Rabu pekan lalu, ketika kami dilanda dua gempa bumi yang terjadi secara beruntun, telah terjadi 500 gempa susulan," kata Del Tindaro dalam pengarahan pers PBB mengenai situasi di Venezuela.

Ia mengatakan gempa susulan terbaru berkekuatan magnitudo 5,2 terjadi pada Senin dini hari.

"Anda bisa memahami bahwa kami masih beroperasi dalam lingkungan yang berisiko tinggi. Tujuh negara bagian terdampak," ujarnya.

Menurut Del Tindaro, wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah negara bagian La Guaira dan Distrik Ibu Kota Caracas.

Ia juga mengungkapkan bahwa PBB dan pemerintah Venezuela telah menyepakati pengadaan 10.000 kantong jenazah sebagai langkah antisipasi, dengan asumsi jumlah korban tewas masih akan terus bertambah.

Pada 24 Juni, dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela dalam selang waktu yang berdekatan.

Berdasarkan data resmi terbaru, jumlah korban tewas akibat bencana tersebut meningkat menjadi 1.450 orang, sementara lebih dari 3.100 orang dirawat di rumah sakit dan sekitar 12.000 lainnya mengungsi. Hampir 400 bangunan tempat tinggal hancur, sedangkan sejumlah infrastruktur dan rumah sakit mengalami kerusakan.

Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026