Logo Header Antaranews Jogja

Menkomdigi sebut "spam" komentar judol incar akun pemengaruh daerah

Selasa, 30 Juni 2026 15:43 WIB
Image Print
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat pada Selasa (30/6/2026). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan spam komentar yang berisi materi promosi judi online (judol) paling banyak ditemukan pada akun-akun media sosial pemengaruh (influencer) daerah yang memiliki interaksi tinggi.

"Target utama (spam komentar judol) bergeser teman-teman sekalian. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement (interaksi) tinggi," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi di Jakarta, Selasa.

Ia memaparkan, sebanyak 52 persen komentar judol yang terdeteksi ditemukan pada akun influencer daerah, 31 persen ditemukan di akun instansi pemerintah, 12 persen ditemukan di akun media massa, dan lima persen ditemukan di akun tokoh publik serta politisi.

Meutya menjelaskan akun pemengaruh daerah menjadi sasaran utama pelaku judol karena dinilai lebih efektif untuk menjangkau audiens. Akun-akun tersebut dianggap memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar operator judol.

"Influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online," ujar Meutya.

Selain itu, akun resmi milik instansi pemerintah dan media massa juga menjadi target karena akun-akun tersebut sulit untuk diblokir atau diputus aksesnya, baik oleh pemerintah maupun platform digital.

Hasil pemantauan pemerintah juga menunjukkan bahwa sebagian besar serangan spam komentar judol dilakukan menggunakan akun-akun yang sifatnya bodong atau dioperasikan oleh mesin maupun bot.

Kemkomdigi mencatat terdapat peningkatan komentar terkait judol sebanyak 128 persen dalam dua pekan terakhir (14-28 Juni 2026) dibandingkan dengan pemantauan Januari hingga 13 Juni 2026.

"Kami umumkan (penemuan spam komentar judol) yang paling banyak ada di lima platform media sosial terutama di TikTok tercatat 35 persen, Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, X 5 persen," kata Meutya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkomdigi sebut "spam" komentar judol incar akun pemengaruh daerah



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026