
BPJS Ketenagakerjaan dorong kemandirian ahli waris melalui program Rekso Waris

Yogyakarta (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja beserta keluarganya melalui penyaluran manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dan pemberdayaan ekonomi ahli waris melalui Program Rencana Keuangan Jamsosnaker bagi Ahli Waris (Rekso Waris) yang dipadukan dengan pelatihan bisnis digital berbasis marketplace.
Kegiatan yang diadakan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Selasa itu menghadirkan pelatihan literasi keuangan dan digital marketing bekerja sama dengan berbagai mitra strategis. Program ini bertujuan membekali ahli waris agar mampu mengelola dana santunan secara bijak sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Cahyaning Indriasari mengatakan Program Rekso Waris merupakan wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan manfaat program tidak berhenti pada pemberian santunan, tetapi berlanjut melalui pemberdayaan ekonomi keluarga peserta.
"Perlindungan tidak berhenti pada saat santunan diserahkan. Kami ingin memastikan keluarga peserta yang ditinggalkan memiliki bekal untuk bangkit kembali melalui pengelolaan keuangan yang baik serta kemampuan membangun usaha yang produktif. Karena itu Rekso Waris kami hadirkan sebagai bentuk pendampingan agar santunan yang diterima dapat memberikan manfaat jangka panjang," kata Naning sapaan akrabnya.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat JKK kepada 73.992 tenaga kerja dengan nominal Rp161.048.245.910 di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Sementara itu, manfaat (JKM) telah diberikan kepada 12.388 ahli waris peserta dengan nominal Rp218.171.400.000
Menurut Naning, santunan yang diterima ahli waris hendaknya tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi modal produktif yang mampu menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga.
"Kami berharap dana santunan dapat dikelola melalui perencanaan keuangan yang tepat sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dengan bekal literasi keuangan dan keterampilan bisnis digital, para ahli waris memiliki peluang untuk membangun usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menciptakan keberlanjutan ekonomi setelah ditinggalkan tulang punggung keluarga," kata Naning.
Pelatihan bisnis digital dipilih karena sejalan dengan perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Melalui materi yang diberikan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, strategi pemasaran digital, optimalisasi marketplace, hingga praktik membangun usaha secara daring yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM baru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Ariyanto Wibowo mengatakan program pendampingan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan manfaat santunan tidak hanya menjadi bantuan finansial sesaat, tetapi mampu menciptakan keberlanjutan ekonomi bagi keluarga peserta yang ditinggalkan.
"Karena ini adalah langkah utama dalam mendampingi peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik kepada pekerja maupun kepada keluarga, khususnya yang ditinggalkan atau ahli waris, agar dana santunan yang diperoleh itu jangan sampai salah dalam penerapannya," kata Ariyanto.
Dia mengatakan, kegiatan seperti Rekso Waris menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan hadir mendampingi keluarga pekerja, tidak hanya pada saat penyerahan manfaat, tetapi juga dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana santunan.
"Pemda bersama BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sebatas memberikan dana santunan kepada ahli waris, tetapi juga mendampingi dalam pengelolaan dana tersebut. Yang tentu saja arahannya adalah untuk keberlanjutan perekonomian di keluarga yang ditinggalkan atau dalam hal ini adalah ahli waris," kata Ariyanto.
Program Rekso Waris dilaksanakan melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemda DIY, Bank Syariah Indonesia (BSI), Shopee, serta berbagai mitra strategis lainnya. Sebelum pelatihan, juga dilakukan pemetaan kebutuhan peserta sehingga materi yang diberikan sesuai dengan minat, potensi usaha, dan kondisi masing-masing ahli waris.
Selain diikuti para ahli waris penerima manfaat, kegiatan dihadiri seluruh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan wilayah Jawa Tengah dan DIY sebagai bagian dari proses pembelajaran agar Program Rekso Waris dapat direplikasi dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik daerah masing-masing.
Menutup keterangan, Naning menegaskan BPJS Ketenagakerjaan akan terus mengembangkan program Rekso Waris sebagai bagian dari upaya menghadirkan perlindungan sosial ketenagakerjaan yang lebih komprehensif, tidak hanya berorientasi pada pembayaran manfaat, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi keluarga peserta.
"Kami ingin menghadirkan perlindungan yang benar-benar memberikan dampak jangka panjang. Ketika risiko terjadi, keluarga peserta tetap memiliki harapan, kesempatan, dan kemampuan untuk bangkit kembali," katanya.
Melalui Rekso Waris, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan santunan menjadi awal dari tumbuhnya kemandirian ekonomi keluarga, sehingga manfaat jaminan sosial benar-benar dirasakan secara berkelanjutan.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
