
Kemendikdasmen: Pemanfaatan IFP kunci tingkatkan pembelajaran di SLB

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan penguasaan dan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital menjadi kunci guna meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan luar biasa (SLB).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa mengatakan pentingnya kompetensi guru yang didukung dengan pemanfaatan dan penguasaan teknologi sebagai kunci utama peningkatan mutu pembelajaran di SLB.
Tugas yang diemban guru SLB, menurutnya, merupakan pekerjaan yang luar biasa karena menuntut kapasitas, kesabaran, dan komitmen yang lebih tinggi dibandingkan profesi pada umumnya.
"Guru-guru SLB telah mendedikasikan diri untuk melayani saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus. Tentunya, semangat pengabdian dan nilai-nilai spiritual menjadi kekuatan penting dalam menjalankan tugas mulia tersebut," kata Wamendikdasmen Atip.
Mengutip pemikiran filsuf Martin Heidegger dalam "The Question Concerning Technology", Wamendikdasmen Atip menjelaskan teknologi merupakan cara manusia untuk memahami dunia.
Oleh karena itu pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus dilakukan secara tepat agar mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Guru harus memiliki pengetahuan, penguasaan, dan keterampilan, agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Guru harus menjadi aktor utama kesuksesan program Digitalisasi Pembelajaran, sehingga IFP ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap mutu pendidikan,” ujarnya.
Wamendikdasmen Atip pun mengajak seluruh peserta acara untuk terus memperkuat kompetensi, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, serta menghadirkan inovasi dalam proses pengajaran.
“Kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik, maka kita harus terus menciptakan kreativitas yang melahirkan inovasi. Dengan inovasi itu kita dapat menghadirkan semangat baru, memaknakan proses pembelajaran, dan meningkatkan mutu pendidikan,” kata Wamendikdasmen Atip.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menegaskan transformasi digital di sekolah tidak hanya ditentukan oleh tersedianya perangkat teknologi, namun juga oleh kemampuan guru dalam memanfaatkannya guna mendukung proses pembelajaran.
Melalui penyelenggaraan bimbingan teknis, seluruh guru yang menjadi peserta akan menyusun rencana tindak lanjut berupa pengembangan bahan ajar digital, produksi video pembelajaran, penyusunan permainan edukatif, serta diseminasi hasil pelatihan kepada rekan guru di sekolah masing-masing.
“Kami berharap para guru SLB mampu menjadi motor penggerak transformasi digital di sekolah, menghadirkan pembelajaran yang semakin inovatif, menyenangkan, inklusif, dan mengakomodasi kebutuhan belajar setiap peserta didik berkebutuhan khusus,” kata Tatang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen tingkatkan mutu pembelajaran di SLB lewat panel digital
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
