Logo Header Antaranews Jogja

Kemendikdasmen: Pendidikan bilingual buka kesempatan belajar murid ABK

Selasa, 30 Juni 2026 19:55 WIB
Image Print
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan pesan kunci dalam kegiatan Peluncuran Inisiatif Pendidikan Bilingual untuk Tuli dan Penandatanganan Kerja Sama di Jakarta Pusat pada Selasa (30/6/2026). (ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Pijar Foundation guna membuka kesempatan yang sama bagi murid tuli untuk memahami pelajaran, mengembangkan potensi, serta meraih masa depan dengan percaya diri melalui Program Pendidikan Bilingual untuk tuli.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan pendidikan inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia.

“Komitmen kami di pemerintah adalah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Makna 'semua' ini sangat inklusif, terlepas dari kemampuan fisik, sensorik, intelektual, sosial, emosional, maupun psikologis. Sudah menjadi kewajiban pemerintah memastikan ekosistem pendidikan kita betul-betul inklusif,” kata Fajar di Jakarta pada Selasa.

Menurutnya, Kemendikdasmen tidak menganggap layanan bagi murid tuli sebagai program tambahan.

Sebaliknya, pihaknya menempatkannya sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional.

Langkah tersebut, kata dia, menjadi semakin relevan karena semakin banyak anak berkebutuhan khusus ABK) memilih belajar di sekolah reguler.

Dari lebih dari 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus, pihaknya mencatat sekitar 217 ribu kini bersekolah di satuan pendidikan inklusif.

“Besarnya jumlah peserta didik di sekolah inklusif menunjukkan bahwa kita bergerak menuju paradigma pendidikan yang inklusif, bukan segregatif,” imbuhnya.

Melalui kemitraan ini, ia mengatakan Pijar Foundation menghadirkan model pembelajaran bilingual yang memadukan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa Indonesia tulis dan lisan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Pijar Foundation Cazadira Fediva Tamzil menjelaskan pengakuan terhadap bahasa isyarat menjadi pintu masuk bagi murid tuli untuk memahami pelajaran sekaligus membangun kemampuan berpikir dan berinteraksi.

Senada dengan itu, Ketua Tim Kurikulum dan Peneliti Bahasa Isyarat Pijar Foundation Adhi Kusumo Bharoto mengajak masyarakat melihat perbedaan sensorik sebagai bagian dari keberagaman potensi anak, bukan sebagai kekurangan.

Sinergi antara pemerintah, dunia filantropi, dan masyarakat sipil tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pendidikan inklusif.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen: Pendidikan bilingual buka kesempatan belajar murid ABK



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026