
Kementan dukung perusahaan perbanyak benih jagung kualitas pangan

Kediri (ANTARA) - Kementerian Pertanian mendukung perusahaan memperbanyak produksi benih jagung kualitas pangan sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani Retno Widowati mengatakan selama ini untuk jagung pangan itu disuplai dari impor. Data Kementan, impor jagung untuk kebutuhan industri pangan sebelumnya mencapai sekitar 1,4 juta ton dan kini turun menjadi sekitar 800 ribu ton.
"Untuk jagung pangan itu kan selama ini impor dan sudah diturunkan jumlahnya. Pak Menteri ingin kita jangan tergantung pada luar negeri, harus waspada untuk jagung pangan," katanya di sela pemberangkatan 200 ton jagung kualitas pangan atau jagung industri oleh Asosiasi Benih Nusantara (Asbenas) di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan, pemerintah koordinasi dengan para produsen benih kemudian perusahaan-perusahaan yang mengambil produknya. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan bagian pengujian produk sehingga koordinasi yang terjalin kuat antarpemangku kebijakan. Hal ini membuat jagung untuk pangan makin bagus ke depannya.
Dirinya juga menambahkan, di Indonesia sudah banyak benih jagung yang sudah tersertifikasi sehingga kualitas benih pun juga dipastikan sudah teruji dan sesuai dengan standar.
Selain itu, ada banyak varietas jagung sehingga petani pun juga makin mempunyai beragam pilihan untuk budi daya tanaman ini.
"Ada segmen. Manfaat produk jagung untuk pakan ternak umumnya untuk pakan ayam dan ada juga yang untuk pangan. Untuk pangan produknya misalnya dibikin untuk crackers, tepung jagung, tapioka, jadi pilihannya tergantung mau seperti apa. Karena jagung pangan ini memang dia agak lebih tinggi standarnya," kata dia.
Dirinya juga menambahkan, untuk jagung pakan di Indonesia memang sudah swasembada, sudah terpenuhi namun untuk untuk jagung pangan masih terus dioptimalkan. Salah satunya karena standar untuk jagung pangan lebih tinggi ketimbang jagung untuk ternak.
"Kalau untuk pakan itu sudah ibaratnya sudah swasembada, sudah terpenuhi. Nah, yang untuk untuk pangan ini karena syaratnya agak lebih tinggi, sekarang ini baru terpenuhi kurang lebih ya, kurang lebih nanti dicek lagi datanya itu sekitar 30 persen. Jadi 70 persen kami masih mendorong terus, supaya pertanaman khusus untuk pangan ini lebih lebih diperhatikan," ujar dia.
Sementara itu, untuk benih jagung hibrida yang sudah tersertifikasi ada 396 varietas dan sudah dilepas sejak 1985. Yang memiliki kandungan karbohidrat lebih dari 70 persen ada 234 varietas.
Posisi stok benih hingga kini 49.350 ton dan di Jawa Timur ada 48.056 ton, yang menunjukkan bahwa dominan produsen benih ada di Jawa.
Ia juga menyebutkan benih jagung dikirim ke berbagai daerah di Indonesia terutama sentra tanaman jagung seperti di NTB, Gorontalo, Sumatera, Kalimantan Selatan termasuk di Lampung.
Pemerintah, kata dia, juga sangat mendukung budi daya tanaman jagung, termasuk memberikan bantuan benih secara gratis kepada petani. Dengan itu, diharapkan keinginan untuk menanam jagung menggunakan benih yang bermutu dan berkualitas terpenuhi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementan dukung perusahaan perbanyak benih jagung kualitas pangan
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
