Logo Header Antaranews Jogja

BPJS Ketenagakerjaan dorong ahli waris mandiri lewat Program Rekso Waris

Selasa, 30 Juni 2026 21:07 WIB
Image Print
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY mendorong kemandirian ekonomi ahli waris peserta melalui Program Rencana Keuangan Jamsosnaker bagi Ahli Waris (Rekso Waris) yang dipadukan dengan pelatihan bisnis digital berbasis marketplace, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Yogyakarta, Selasa (30/6/2026). ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan

Yogyakarta (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY mendorong kemandirian ekonomi ahli waris peserta melalui Program Rencana Keuangan Jamsosnaker bagi Ahli Waris (Rekso Waris) yang dipadukan dengan pelatihan bisnis digital berbasis marketplace.

Melalui program tersebut, pemanfaatan jaminan sosial tidak hanya berhenti pada penyaluran manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), melainkan berlanjut pada pemberdayaan ekonomi ahli waris yang produktif.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Selasa (30/6/2026) tersebut menghadirkan pelatihan literasi keuangan dan digital marketing bekerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Berdasarkan data penyaluran sepanjang Januari hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat JKK sebesar Rp161 miliar kepada 73.992 tenaga kerja serta santunan JKM senilai Rp218,1 miliar kepada 12.338 ahli waris di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY Cahyaning Indriasari menjelaskan program ini hadir sebagai wujud nyata pendampingan agar dana santunan yang diterima tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan menjadi modal produktif yang berkelanjutan.

"Perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada saat santunan diserahkan. Kami ingin memastikan keluarga peserta yang ditinggalkan memiliki bekal untuk bangkit kembali melalui pengelolaan keuangan yang baik serta kemampuan membangun usaha yang produktif. Rekso Waris kami hadirkan sebagai bentuk pendampingan agar santunan yang diterima dapat memberikan manfaat jangka panjang," ujar Naning.

Menurut Naning, santunan yang diterima ahli waris hendaknya tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi modal produktif yang mampu menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga.

"Kami berharap dana santunan dapat dikelola melalui perencanaan keuangan yang tepat sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dengan bekal literasi keuangan dan keterampilan bisnis digital, para ahli waris memiliki peluang untuk membangun usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menciptakan keberlanjutan ekonomi setelah ditinggalkan tulang punggung keluarga," tambah Naning.

Naning menegaskan BPJS Ketenagakerjaan akan terus mengembangkan Program Rekso Waris sebagai bagian dari upaya menghadirkan perlindungan sosial ketenagakerjaan yang lebih komprehensif, tidak hanya berorientasi pada pembayaran manfaat, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi keluarga peserta.

"Kami ingin menghadirkan perlindungan yang benar-benar memberikan dampak jangka panjang. Ketika risiko terjadi, keluarga peserta tetap memiliki harapan, kesempatan, dan kemampuan untuk bangkit kembali. Melalui Rekso Waris, kami ingin memastikan santunan menjadi awal dari tumbuhnya kemandirian ekonomi keluarga, sehingga manfaat jaminan sosial benar-benar dirasakan secara berkelanjutan," tutup Naning

Melalui pelatihan yang menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Shopee ini, para peserta dibekali ilmu literasi keuangan, strategi pemasaran digital, hingga optimalisasi marketplace.

Kepala Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo mengapresiasi langkah strategis tersebut karena dinilai mampu menciptakan keberlanjutan ekonomi dan memastikan ahli waris tidak salah dalam menerapkan dana santunan yang diperoleh.

"Karena ini adalah langkah utama dalam mendampingi peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik kepada pekerja maupun kepada keluarga, khususnya yang ditinggalkan atau ahli waris, agar dana santunan yang diperoleh itu jangan sampai salah dalam penerapannya," ujar Ariyanto.

Ia menambahkan kegiatan seperti Rekso Waris menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan hadir mendampingi keluarga pekerja, tidak hanya pada saat penyerahan manfaat, tetapi juga dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana santunan.

"Pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sebatas memberikan dana santunan kepada ahli waris, tetapi juga tetap mendampingi dalam pengelolaan dana tersebut. Yang tentu saja arahannya adalah untuk keberlanjutan perekonomian di keluarga yang ditinggalkan atau dalam hal ini adalah ahli waris," tambah Ariyanto.

Sebagai langkah awal sebelum pelatihan dimulai, BPJS Ketenagakerjaan juga telah melakukan pemetaan kebutuhan peserta agar materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan minat dan potensi usaha masing-masing keluarga.

Selain diikuti oleh para ahli waris penerima manfaat, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Jawa Tengah dan DIY sebagai bagian dari proses pembelajaran agar Program Rekso Waris dapat direplikasi di seluruh wilayah kerja dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik daerah masing-masing.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026