Logo Header Antaranews Jogja

Bupati Sleman: Keberpihakanpada pendidikan anak amanat luhur bangsa

Rabu, 1 Juli 2026 19:39 WIB
Image Print
Bupati Sleman Harda Kiswaya saat menyampaikan sambutan pada Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (1/7/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Harda Kiswaya menyebut bahwa pendidikan dan kebijakan harus hadir di setiap sisi tumbuh kembang anak, karena keberpihakan bukan sekadar program melainkan amanat budaya dan nilai luhur bangsa.

"Diperlukan keberpihakan total kepada anak didik dengan tetap menjadi teladan sekaligus motivator bagi anak guna mewujudkan pendidikan yang inklusif," kata Harda pada Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu.

Menurut dia, langkah konkret yang telah berjalan di Kabupaten Sleman, yaitu Sekolah Ramah Anak, Program Sleman Pintar dan visi sosial pendidikan dengan pemberian bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu dengan visi utama Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.

"Keberhasilan pendidikan tidak dapat diraih secara instan maupun sendirian, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Nilai 'Sembada' yang mencerminkan masyarakat yang berdaya, sejahtera, mandiri, produktif, dan berkarakter menjadi fondasi utama pembangunan daerah," katanya.

Ia meyakini bahwa pendidikan merupakan sebuah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

"Pendidikan yang baik terlahir dari masyarakat yang berdaya, sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan," katanya.

Harda juga mengingatkan pentingnya memegang teguh filosofi pendidikan nasional, salah satunya "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani".

Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah penyelenggaraan akbar Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 2 Juli 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Mengusung tema "Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada", konferensi hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Lingkar Daerah Belajar (LDB) ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang inklusif untuk memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia.

Kegiatan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, pimpinan lembaga negara, jajaran Pemda DIY, serta penggiat pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia, dan ditargetkan kehadiran lebih dari 350 peserta, yang mencakup unsur pemerintah pusat dan daerah, kepala sekolah, guru, pengawas, akademisi, hingga perwakilan Dunia Usaha dan Industri (DUDI).

Penasihat LDB, Najeela Shihab memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Sleman atas komitmennya di dunia pendidikan.

Menurut dia, meskipun dikenal sebagai daerah dengan sumber daya yang kuat, kesuksesan pendidikan di Sleman bukan semata-mata karena anggaran melainkan karena kedisiplinan dan konsistensi yang luar biasa dalam pemanfaatan data oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para insan pendidikan.

"Yang luar biasa konsisten dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman ini praktik baik yang sebetulnya bisa menjadi contoh untuk pemerintah daerah manapun terlepas dari anggarannya," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026