Logo Header Antaranews Jogja

Kementerian: KUR sektor produksi beri nilai tambah ekonomi pada UMKM

Rabu, 1 Juli 2026 20:01 WIB
Image Print
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik dalam acara Islamic Financial Dialogue di Jakarta, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Fitra Ashari

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan pengalokasian Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi merupakan poin krusial dalam strategi ekonomi pemerintah dalam meningkatkan taraf ekonomi pelaku UMKM.

Ia mengatakan penyaluran pada sektor produksi seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan industri pengolahan memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja yang berdampak pada perekonomian nasional.

“Kalau ini disalurkan kepada sektor produksi, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, ekonomi kreatif, pengolahan pangan dan seterusnya, itu pasti lebih banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dan juga akan memberikan nilai tambah ekonomi kepada UMKM kita yang jauh lebih besar,” kata Riza dalam acara Islamic Financial Dialogue di Jakarta, Rabu.

Riza mengatakan, Kementerian UMKM bersama 47 lembaga pembiayaan termasuk lembaga pembiayaan berbasis syariah tahun ini menggelontorkan KUR sebesar Rp297 triliun. Dari total tersebut, sudah tersalurkan Rp149 triliun atau lebih dari 50,5 persen kepada 2,34 juta UMKM di seluruh Indonesia periode Januari hingga 1 Juli 2026.

Sementara dari Rp 149 triliun yang sudah tersalurkan, 64,3 persennya diterima pelaku UMKM di sektor produksi atau sebesar Rp95,8 triliun.

Secara tradisional, pembiayaan UMKM seringkali didominasi oleh sektor perdagangan (ritel), di mana pelaku usaha hanya membeli barang lalu menjualnya kembali.

Dengan mengarahkan KUR ke sektor produksi, artinya pemerintah bisa melakukan investasi jangka panjang pada struktur ekonomi dan membangun fondasi untuk menciptakan lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara jika dilihat dari segi pembiayaan pada sektor UMKM syariah, Riza mengatakan pemerintah telah menyalurkan sekitar Rp8,51 triliun dari total anggaran atau sekitar 5,7 persen.

“Secara kuantitas saya katakan relatif kecil dibanding yang lain. Ini tentu menjadi PR kita bagaimana kita berkepentingan untuk mendorong lebih banyak lagi UMKM-UMKM kita,” kata Riza.

Ia mengatakan dengan jumlah populasi penduduk Muslim di Indonesia yang menyentuh 90 persen di 19 provinsi, perlu menjadi perhatian bagi lembaga-lembaga pembiayaan untuk semakin memberikan banyak kemudahan, literasi, sehingga nantinya bisa memberikan kemudahan pembiayaan kepada UMKM Indonesia.

Pemerintah telah menetapkan target volume pembiayaan untuk mendukung ekonomi kerakyatan pada usaha mikro, kecil dan menengah yang semakin besar dengan target Rp1.500 triliun untuk didistribusikan pada sektor prioritas seperti swasembada pangan, energi, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penyaluran KUR sektor produksi beri nilai tambah ekonomi pada UMKM



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026