Logo Header Antaranews Jogja

Webinar UMBY upaya bangun mental tangguh bagi generasi muda

Kamis, 2 Juli 2026 17:02 WIB
Image Print
Webinar bertajuk "From Fragile to Fearless: Empowering Gen Z for Successful Kickstart of Social Venture di Yogyakarta. (Foto humas UMBY)

Yogyakarta (ANTARA) - Webinar bertajuk "From Fragile to Fearless: Empowering Gen Z for Successful Kickstart of Social Venture" yang digelar Prodi Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta kolaborasi dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) sebagai upaya membangun mental tangguh bagi generasi muda.

Rektor UMBY Agus Slamet dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis, mengatakan, webinar yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

"Tujuannya jelas yaitu membangun mental tangguh pada Generasi Z (Gen Z), menumbuhkan daya juang, dan mendorong mereka untuk berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan sosial (sociopreneurship)," katanya.

Pada webinar peserta diajak memahami keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan kemampuan berbisnis, tetapi keberanian mengambil langkah kongkret keluar dari zona nyaman, pola pikir tangguh, serta kemampuan mengubah ide dan niat menjadi tindakan nyata.

"Kolaborasi ini bukti nyata komitmen universitas dalam memperluas jejaring global. Selain bertukar ilmu pengetahuan, kerja sama ini diharapkan mampu memicu lahirnya riset bersama dan publikasi internasional bereputasi," katanya.

Psikolog UMBY Alimatus Sahrah menekankan pentingnya eksekusi dalam berbisnis, sehingga generasi muda tidak perlu menunggu segalanya sempurna untuk mulai bertindak, karena langkah nyata yang sederhana jauh lebih penting daripada sekadar niat.

Narasumber lainnya Purnaning Dhyah Guritno memperkenalkan konsep psikologis HERO (Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism).

"Konsep ini mengajak peserta melakukan cognitive reframing, yakni mengubah pikiran negatif menjadi positif dan memfokuskan energi pada hal-hal yang bisa dikontrol," katanya.

Sementara itu, Mohamad Hazeem bin Mohmad Sidik menyederhanakan peta bisnis ke dalam Simple Map yang mencakup target pasar (Who the destination), rute solusi (What the route/solution), keunikan (Uniqueness), dan sumber daya (Resources/the Fuel).

"Sehingga peserta memperoleh panduan dalam merancang dan mengembangkan social venture yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Salah satu ide sosial venture yang disampaikan dalam webinar adalah program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha kecil.

Program ini membantu masyarakat untuk memperoleh keterampilan membuat produk kerajinan atau makanan rumahan, kemudian dibantu pemasaran produknya sehingga mereka memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Moderator Webinar Rani Rengganis mengatakan dari hasil webinar disimpulkan bahwa tantangan utama Gen Z saat ini adalah menggerakkan motivasi menjadi tindakan nyata.

"Perlunya membingkai ulang pola pikir dari hal negatif menjadi positif. Ini tentang mengubah perspektif dari situasi yang menantang menjadi perilaku yang tepat, yaitu mengubah ide jadi tindakan kecil konkret yang akan dilakukan dalam 24 jam ke depan," katanya.

Melalui kolaborasi internasional ini, UMBY dan UMK berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk menghadapi perubahan global secara adaptif, resilien dan membawa dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026