Logo Header Antaranews Jogja

Ketahui kualitas udara demi menjaga kesehatan pernapasan

Kamis, 2 Juli 2026 20:42 WIB
Image Print
Dokter spesialis anak subspesialis respirologi dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi (K) saat ditemui usai acara “OMRON” di Jakarta, pada Kamis (2/7/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak subspesialis respirologi dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi (K) mengimbau masyarakat agar lebih aware atau menyadari terhadap kondisi kualitas udara dalam menjaga kesehatan pernapasan.

Menurut dia, saat ini masyarakat dapat mengakses atau memantau informasi mengenai fluktuasi kualitas udara yang kini tersedia melalui berbagai aplikasi.

“Informasi terkait fluktuasi (kualitas udara) kapan dia buruk, kapan sedikit lebih baik. Jadi paling enggak kita lebih aware terhadap kualitas udara tersebut,” ujar dokter Wahyuni saat ditemui usai acara “OMRON” di Jakarta, pada Kamis.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu menyarankan ketika kualitas udara kurang baik sebaiknya mengurangi atau membatasi aktivitas di luar atau outdoor, serta menggunakan masker saat aktivitas di luar.

Kemudian, disarankan untuk menjaga dan memastikan bahwa indoor pollution atau polusi udara dalam ruangan seperti asap rokok, vape itu tidak ada karena sama bahayanya.

“Jadi ya dari dua aspek itu, baik outdoor maupun indoor pollution tadi, supaya masalah pernapasannya bisa dikurangi,” kata dia.

Wahyuni juga menyampaikan masalah gangguan pernapasan yang mungkin muncul dampak dari kualitas buruk seperti recurrent infection atau sering infeksi, kemudian pasien yang memiliki alergi atau asma bisa menyebabkan eksaserbasi atau serangan dari asmanya.

Selain itu, kualitas udara yang buruk juga berisiko pada anak dengan gangguan dari bersihan jalan napas karena produksi lendir akan tambah banyak ketika polutan-polutan itu terhirup.

“Karena ternyata, contohnya saja ketika asap rokok itu terhirup, maka gerakan yang kita sebut sebagai silia di saluran napas kita itu enggak bergerak, berhenti. Makanya akhirnya jadi grok-grok, lendirnya banyak karena tertumpuk di situ,” tutur dia.

Sebelumnya, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Kamis (2/7) pukul 05.50 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 174 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 73 mikrogram per meter kubik.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketahui kualitas udara demi menjaga kesehatan pernapasan



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026