Logo Header Antaranews Jogja

Legislatif Kulon Progo mendukung pembangunan JUT di Kapanewon Lendah

Jumat, 3 Juli 2026 17:05 WIB
Image Print
Masyarakat di Kalurahan Jatirejo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, mengerjakan proyek jalan usaha tani. (ANTARA/HO-Anggota DPRD Kulon Progo Tukijan)

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota DPRD Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Tukijan mendukung program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) khususnya di Kapanewon (setingkat kecamatan) Lendah karena memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

"Kami mendukung program ini dan berharap program terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Salah satu langkah konkret yang direalisasikan pada tahun ini adalah pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Kalurahan Jatirejo Kapanewon Lendah," kata Tukijan di Kulon Progo, Jumat.

Ia mengungkapkan bahwa proyek infrastruktur pertanian tersebut bersumber dari dana aspirasi DPRD melalui APBD Murni Anggaran 2026.

"Nilai pagu anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan akses vital ini mencapai Rp141 juta. Pembangunan JUT ini adalah wujud nyata dari aspirasi masyarakat yang kami perjuangkan agar konektivitas di sektor pertanian semakin membaik. Kami ingin memastikan petani tidak lagi mengalami kendala dalam distribusi sarana produksi maupun hasil panen," kata Tukijan.

Ia mengatakan salah satu poin penting dalam pelaksanaan proyek ini adalah penerapan pola swakelola yang melibatkan kelompok tani setempat. Menurut dia, metode ini dipilih bukan tanpa alasan.

Selain untuk menekan biaya operasional, swakelola bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap aset desa yang telah dibangun.

Dengan melibatkan kelompok tani secara langsung dalam pengerjaan, kualitas hasil pembangunan diharapkan lebih terjamin karena masyarakat memahami kondisi geografis dan kebutuhan nyata di lapangan.

"Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga dalam mengelola bantuan pemerintah secara transparan dan bertanggung jawab," katanya.

Tukijan menekankan bahwa keberadaan JUT ini tidak hanya terbatas pada fungsi teknis pertanian saja. Dirinya memproyeksikan jalan tersebut sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jatirejo.

Akses jalan yang representatif akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Lebih dari itu, infrastruktur ini diharapkan dapat memicu pemanfaatan lahan pekarangan di sepanjang sisi jalan menjadi area produktif.

"Kami melihat potensi besar di sepanjang jalur JUT ini. Nantinya, lahan pekarangan tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga menjadi titik baru bagi pengembangan UMKM atau warung-warung kecil. Jika aksesnya mudah, perputaran ekonomi otomatis akan meningkat," jelasnya.

Melalui pembangunan ini, DPRD Kulon Progo berharap tercipta ekosistem ekonomi yang inklusif di wilayah pedesaan. Dengan infrastruktur yang baik, petani dapat lebih efisien, warga memiliki hunian yang lebih tertata, dan pelaku usaha mikro mendapatkan ruang untuk berkembang, yang pada akhirnya akan memperkuat nilai kemandirian ekonomi daerah.

"Pembangunan ini menjadi salah satu bukti bahwa sinergi antara aspirasi warga dan dukungan kebijakan legislatif mampu menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus meletakkan pondasi bagi kesejahteraan jangka panjang di tingkat kalurahan," katanya.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026