
BNPB selesaikan perbaikan jaringan air bersih penyintas erupsi Merapi di Magelang

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merampungkan proyek pemulihan dan perbaikan jaringan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar para warga penyintas terdampak aliran lahar dingin Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa penyelesaian infrastruktur vital ini ditandai dengan peresmian jaringan pipanisasi air bersih sepanjang lebih dari 30 kilometer di Desa Paten, Kecamatan Dukun.
"Air bersih adalah sumber kehidupan. Alhamdulillah, melalui kolaborasi yang kuat, mulai hari ini kendala krisis air bersih bagi 4.000 KK di tujuh desa sudah dapat diatasi," kata dia.
Suharyanto menjelaskan bahwa percepatan perbaikan sarana pendukung kehidupan ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan darurat di lapangan berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.
Infrastruktur pipa yang membentang sepanjang 33,3 kilometer tersebut diproyeksikan mampu memulihkan pasokan air bersih secara normal bagi sekitar 4.010 kepala keluarga (KK) penyintas yang tersebar di tujuh wilayah desa terdampak.
Adapun tujuh wilayah di Kecamatan Dukun yang kini akses air bersihnya telah pulih total meliputi warga di wilayah Desa Sumber, Desa Krinjing, Desa Paten, Desa Sengi, Desa Keningar, Desa Sewukan, dan Desa Wates.
Guna menopang pembiayaan konstruksi fisik tersebut, BNPB mengalokasikan stimulus anggaran Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp3 miliar dengan melibatkan partisipasi gotong royong dan pemasangan pipa secara swadaya oleh masyarakat setempat.
"Pembangunan jaringan pipanisasi dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui pemasangan pipa secara swadaya, sehingga distribusi air bersih dapat segera kembali normal dan dimanfaatkan oleh warga," kata Suharyanto menambahkan.
Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB sebelumnya melaporkan kerusakan sarana air bersih ini dipicu oleh bencana banjir lahar dingin akibat tingginya intensitas curah hujan di hulu Gunung Merapi pada Maret 2026, yang menghanyutkan material vulkanik berupa pasir, batu, serta lumpur ke jalur sungai.
Bencana tersebut menghantam 11 desa di tiga kecamatan, yakni Dukun, Sawangan, dan Mungkid, serta mengakibatkan kerusakan pemukiman, lahan tani, jembatan, kendaraan penambang, hingga menyebabkan lima orang meninggal dunia.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPB didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI Singgih Prasetyo, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas C. Penanggungan, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB selesaikan perbaikan jaringan air bersih penyintas erupsi Merapi
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
