Logo Header Antaranews Jogja

DIY mengutamakan karakter dan keunggulan daerah dalam transformasi ekonomi

Jumat, 3 Juli 2026 20:17 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X (Antara/HO-Humas Pemda DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengedepankan karakter dan keunggulan daerah dalam melakukan transformasi ekonomi.

"DIY mendukung arah kebijakan ekonomi nasional dengan tetap mengedepankan karakter dan keunggulan daerah dalam transformasi ekonomi," kata Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, DIY bukan daerah berbasis sumber daya alam besar, kekuatan DIY ada pada manusia, pendidikan, budaya, kreativitas, pariwisata, UMKM dan inovasi. Kekuatan itulah yang menjadi karakter dan keunggulan daerah.

Oleh karena itu, bagi DIY, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi, tetapi juga pertumbuhan yang harus berkualitas.

"Yang menyerap tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, menjaga ruang hidup budaya, memperhatikan daya dukung wilayah, ramah lingkungan, dan menekan ketimpangan antarwilayah," katanya.

Wagub DIY mengatakan, ekonomi DIY saat ini berada pada tren yang positif, yaitu pada triwulan I 2026, ekonomi DIY tumbuh 5,84 persen year on year, dengan pertumbuhan tertinggi dari akomodasi dan makan minum sebesar 11,59 persen.

Hal tersebut, kata Wagub, menunjukkan bahwa sektor pariwisata, konsumsi, pendidikan, dan jasa masih menjadi penggerak utama.

"Tantangannya adalah menjadikan momentum tersebut sebagai pintu masuk investasi produktif yang memperluas nilai tambah lokal," katanya.

Sementara itu, dalam investasi, DIY mengusulkan agar sinkronisasi pusat daerah tidak hanya mengukur dari nilai realisasi investasi, tetapi juga kualitas dampaknya.

Dampak positif tersebut yaitu tenaga kerja lokal yang terserap, penggunaan produk dalam negeri dan UMKM lokal, kontribusi terhadap hilirisasi ekonomi daerah, serta peningkatan produktivitas.

Wagub DIY mengatakan, sepanjang 2025, realisasi investasi DIY telah melampaui Rp10 triliun, meski demikian, yang lebih penting adalah kualitas dan manfaat dari investasi itu sendiri.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026