Logo Header Antaranews Jogja

BNPB minta waspadai ancaman krisis air bersih akibat El Nino

Jumat, 3 Juli 2026 20:19 WIB
Image Print
Kepala BNPB Suharyanto memberikan pemaparan dalam agenda peresmian jaringan pipanisasi bagi warga terdampak bencana banjir lahar hujan Gunung Merapi di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026). ANTARA/HO-BNPB

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman krisis air bersih akibat kemarau diperparah oleh fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung selama 11 bulan.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan lonjakan suhu dan penurunan curah hujan ekstrem akibat anomali iklim tersebut akan berdampak luas terhadap ketersediaan air domestik masyarakat di berbagai wilayah.

"Berdasarkan prediksi BMKG, Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung cukup panjang, mulai Juli 2026 hingga Mei 2027," kata dia, dalam acara peresmian jaringan pipanisasi air bersih di Desa Paten, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dalam merespons potensi ancaman tersebut, ia mendesak seluruh pemerintah kabupaten dan kota bergerak cepat melakukan pemetaan zona wilayah rawan kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Magelang dalam hal ini juga memberikan perhatian, khususnya pemetaan di kawasan Perbukitan Menoreh yang rawan kekeringan.

Menurut dia, hasil pemetaan tersebut akan menjadi basis landasan pemerintah pusat menyusun strategi mitigasi dampak kekeringan secara komprehensif di tingkat nasional.

"Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah mitigasi, termasuk di kawasan Menoreh Magelang, baik melalui pembangunan jaringan pipanisasi lanjutan maupun penyediaan sumur bor dalam deep well," kata dia.

Guna mendukung kelancaran mitigasi di seluruh pelosok nusantara, Suharyanto menegaskan pemerintah pusat berkomitmen memberikan sokongan stimulus anggaran melalui skema pembiayaan kedaruratan yang dialokasikan khusus dalam pos BNPB.

"Pada tahun 2026 ini, sudah tidak layak lagi jika masyarakat masih harus memikul wadah air dan berjalan jauh demi air bersih. Kami minta daerah segera ajukan usulan. Untuk penanganan kedaruratan yang mendesak, Dana Siap Pakai di BNPB bisa dicairkan dengan cepat, bahkan dalam waktu seminggu," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB minta waspadai ancaman krisis air bersih akibat El Nino



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026