
Ratusan mahasiswa Yogyakarta gelar aksi lilin LED suarakan anti-judi online

Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 130 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar aksi jalan kaki membawa lilin LED di sepanjang Kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer guna menyuarakan gerakan sosial anti-judi online pada Jumat malam (3/7).
Aksi bertajuk Social Movement Anti Judi Online yang digagas kelompok mahasiswa Antariksa tersebut berlangsung tertib mulai pukul 18.00 WIB hingga 20.15 WIB.
Para peserta berjalan mengenakan atribut lilin LED dan membawa berbagai poster berisi pesan ajakan kepada masyarakat luas untuk menjauhi aktivitas judi online.
Sesampainya di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, rangkaian aksi berlanjut dengan kampanye edukasi, pembacaan monolog, serta pembacaan puisi di depan Gedung BNI.
Panitia menyediakan dua media interaktif berupa Wall of Dream dan Sweet Cards agar pengunjung dapat menuliskan harapan serta memberikan tanda tangan petisi anti-judi online.
Ketua Antariksa, Anwar Annas Rifai, mengatakan gerakan ini lahir dari keresahan mahasiswa terhadap dampak judi online yang kian meresahkan di kalangan generasi muda.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi online yang tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental hingga keharmonisan keluarga," ujar Anwar.
Pemilihan Titik Nol Kilometer menjadi lokasi aksi bertujuan agar pesan kampanye dapat menjangkau lebih banyak kalangan karena kawasan tersebut merupakan ruang publik yang ramai dikunjungi wisatawan.
Lilin LED yang dibawa sepanjang perjalanan menjadi simbol renungan bagi korban judi online sekaligus menyalakan harapan agar mereka bisa bangkit kembali.
Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHUM) UNISA Yogyakarta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan kreatif mahasiswa tersebut.
Perwakilan FEISHUM UNISA Yogyakarta, Annisa Warastri, mengajak masyarakat untuk mengganti kebiasaan berjudi dengan aktivitas lain yang jauh lebih produktif.
Wakil Dekan FEISHUM UNISA Yogyakarta, Nur Fitri Mutmainah, menyoroti akar masalah judi online yang berkaitan erat dengan keinginan masyarakat memperoleh keuntungan secara instan.
Fenomena tersebut kini kian marak merambah lini masa media sosial dan menjerat korban dari berbagai lapisan usia, tidak terkecuali anak-anak.
Aksi simpatik ini mendapat respons positif dari salah seorang wisatawan asal Sulawesi, Rangga Setiawan, yang sengaja berhenti sejenak untuk menyaksikan jalannya kampanye edukasi tersebut.
Rangga menilai edukasi langsung di ruang publik seperti Titik Nol Kilometer sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran para pengguna judi online mengenai dampak buruknya.
Kampanye sosial ini akan berlanjut dengan menggelar seminar edukasi pada 9 Juli 2026 di Hall Baroroh Baried, Gedung Siti Walidah UNISA Yogyakarta.
Seminar tersebut dijadwalkan menghadirkan sejumlah narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta perwakilan program CSR GoPay.
Seluruh rangkaian aksi di kawasan Malioboro berlangsung aman dengan pengawalan dari panitia yang berkoordinasi langsung dengan Kepolisian Resor Kota Yogyakarta.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
