
Dinkes DIY prioritas tangani gejala gangguan mental pada anak sekolah

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprioritaskan penanganan masalah kesehatan atau gejala yang berpotensi mengarah pada gangguan mental pada anak sekolah dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
"Gangguan mental angkanya sih masih satu digit sebenarnya kalau di DIY, tetapi kan memang itu menjadi perhatian kita bersama," kata Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, gangguan mental kategorinya cukup banyak, ada gangguan mental ringan, gangguan jiwa berat dan sebagainya, masalah ini menjadi concern pada pembicaraan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
"Karena sekarang ini akan dimulai peserta didik tahun ajaran baru, maka kemudian program-program dari kementerian untuk mengatasi gejala gangguan mental akan dijalankan ke arah sana semua," katanya.
Dia mengatakan, gejala seseorang atau anak berpotensi mengalami gangguan mental tersebut bisa dilihat dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis atau CKG yang telah digencarkan pemerintah salah satunya bagi anak-anak sekolah.
Dia mengatakan, berdasarkan data, saat ini di DIY untuk jangkauan cek kesehatan gratis tersebut baru di angka sekitar 11 persen dari dari seluruh penduduk yang ada di kabupaten dan kota provinsi DIY.
"Nah, 11 persen itu salah satunya adalah di anak SD, SMP, dan SMA. Nah, di SMP dan SMA itu kecenderungannya yang datang, yang sudah CKG itu lima persen mengalami gangguan kecenderungan kecemasan ringan, ada yang kemudian potensi depresi ringan," katanya.
Menurut dia, kecemasan ringan maupun depresi ringan yang dialami anak sekolah dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut sebenarnya adalah potensi gangguan mental ringan.
"Nah kenapa kemudian anak sekolah menjadi fokus, karena merupakan masa pertumbuhan yang relatif rentan terhadap faktor-faktor, baik itu faktor medis maupun faktor lingkungan, itu dimulai di tahapan anak sekolah ini," katanya.
Dia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu prioritas dan fokus pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah DIY, apalagi anak sekolah tersebut merupakan sumber daya manusia yang disiapkan menjadi generasi masa depan.
"Jadi kalau kita lihat memang, rata-rata di anak SMP dan SMA sekitar lima persen itu sudah mulai menunjukkan kecemasan ringan. Jadi, lima persen ini dari hasil CKG saja, ini bukan hasil general ya," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
