Logo Header Antaranews Jogja

Jepang akan bantu Vietnam, Indonesia perangi pembajakan manga, anime

Minggu, 5 Juli 2026 16:11 WIB
Image Print
Pengunjung membaca komik Si Juki x Black Jack: Operasi di Kyokarta saat peluncuran di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Komik Si Juki x Black Jack: Operasi di Kyokarta tersebut untuk pertama kalinya menjadi karya kolaborasi antara komik Indonesia dan manga Jepang yang mempertemukan karakter Si Juki dengan karakter Black Jack karya legendaris dari Osamu Tezuka dengan memadukan humor satir khas Indonesia dan pesan kemanusiaan dari manga Jepang sebagai simbol diplomasi budaya. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Tokyo (ANTARA) - Jepang berencana membantu 10 negara berkembang, termasuk Vietnam dan Indonesia, untuk memberantas pembajakan manga, anime, dan gim asal Negeri Sakura tersebut.

Kementerian Luar Negeri Jepang akan mendukung UU hak cipta dan pelatihan untuk mencegah distribusi produk palsu, dengan data pemerintah memperkirakan total kerugian tahun lalu sebesar 10,4 triliun yen (Rp1.159 triliun) akibat pengunggahan ilegal manga dan anime serta penjualan daring barang-barang karakter palsu.

Kemlu Jepang berencana untuk memilih negara-negara sasaran secara berurutan dari Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika, selain Vietnam dan Indonesia, serta akan mengirimkan ahli hukum, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengundang karyawan perusahaan lokal ke Jepang untuk pelatihan hak cipta.

Badan Kerja Sama Internasional Jepang, yang merupakan badan pelaksana utama penanganan bantuan pembangunan resmi (ODA), akan mulai melakukan penilaian kebutuhan lokal pada Agustus, dan bantuan skala penuh diharapkan mulai dicairkan pada April 2027.

“Bantuan ini juga akan membantu melindungi hak-hak ketika negara-negara berkembang membuat konten populer (mereka sendiri),” kata seorang pejabat senior Kemlu Jepang, Minggu.

Pemerintah telah menetapkan tujuan untuk meningkatkan penjualan industri konten Jepang di luar negeri menjadi 20 triliun yen pada 2033 dan sedang mempertimbangkan untuk menggandakan dukungan tahunannya untuk industri konten menjadi sekitar 100 miliar yen dari sekitar 55 miliar yen saat ini.

Rencananya hal ini akan tercermin dalam permintaan anggaran untuk tahun fiskal 2027 yang akan disusun pada musim panas ini.

Menurut pejabat pemerintah, Vietnam telah mengonfirmasi keberadaan beberapa situs manga bajakan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, ketika bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung pada Mei, menyerukan untuk mendorong langkah-langkah efektif guna menindak operator situs ilegal tersebut.

Sumber: Kyodo



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang akan bantu Vietnam, Indonesia perangi pembajakan manga, anime



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026