Logo Header Antaranews Jogja

Sedikitnya 25 kematian dilaporkan akibat cuaca panas ekstrem di AS

Senin, 6 Juli 2026 06:40 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga menutupi kepalanya dengan jaket saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena cuaca panas yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia disebabkan posisi gerak semu matahari yang pada Oktober berada di selatan ekuator dengan suhu maksimal 36,7 derajat celsius, dan diprakirakan akan terjadi hingga November 2025. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.)

Moskow (ANTARA) - Sedikitnya 25 kematian dilaporkan akibat cuaca panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat, dari Deep South, Midwest dan Pesisir Timur.

Menurut laporan saluran berita NBC, Minggu, 22 di antara kematian tersebut tercatat di New Jersey.

Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, mengatakan jumlah kematian terkait panas di negara bagian timur laut tersebut meningkat dari 19 menjadi 22 pada Sabtu (4/7).Selain itu, satu kematian terkait panas tercatat di Illinois dan dua di Mississippi.

Baca juga: Pengamat nilai panas bumi jadi opsi strategis jaga keandalan listrik

Baca juga: Prancis tetapkan siaga panas tertinggi di 35 wilayah


ABC melaporkan bahwa suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius pada peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, memecahkan rekor yang ditetapkan lebih dari 100 tahun yang lalu.

Cuaca panas ekstrem dan badai memengaruhi stabilitas jaringan listrik di beberapa negara bagian AS.

Di New York, suhu melonjak hingga 100,4 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celcius) pada Kamis (2/7), hingga menyebabkan aspal meleleh.

Beberapa kota lain di wilayah Pesisir Timur membatalkan atau menjadwal ulang acara peringatan Hari Kemerdekaan.

Pada Sabtu, sedikitnya 840.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik di tengah gelombang panas dan badai petir musim panas.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sedikitnya 25 kematian dilaporkan akibat cuaca panas ekstrem di AS



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026