Logo Header Antaranews Jogja

Bentrokan berdarah di penjara Sri Lanka, 25 orang tewas

Senin, 6 Juli 2026 16:35 WIB
Image Print
Sejumlah petugas kepolisian berjaga di dekat kendaraan roda tiga yang rusak, usai bentrok antara Satuan Tugas Khusus (STF) dan narapidana di Penjara Welikada, Kolombo, Sri Lanka, Sabtu (10/11). Setidaknya 27 orang tewas dan seorang polisi senior mengalami luka serius dalam baku tembak di penjara terbesar Sri Lanka itu yang bermula ketika polisi ditembaki oleh tahanan, kata pihak berwenang setempat. (REUTERS/Stringer )

Istanbul (ANTARA) - Sekurangnya 25 orang, termasuk tahanan dan personel keamanan, tewas di sebuah penjara di Sri Lanka akibat bentrokan berdarah yang pada Senin telah memasuki hari kedua.

Menurut laporan Ada Derana, korban tewas tersebut terdiri dari 20 tahanan dan lima personel penjara. Sementara, lebih dari 100 orang dilaporkan terluka dalam bentrokan yang sama.

Otoritas setempat mengerahkan personel militer untuk mengendalikan situasi di saat personel kepolisian "melepaskan tembakan untuk mengendalikan bentrokan antara tahanan dan petugas penjara" setelah "bentrokan baru terjadi" di Penjara Negombo, kata laporan News Wire.

Laporan itu menambahkan bahwa bentrokan baru di penjara yang terletak di pesisir barat Sri Lanka tersebut terjadi menyusul "konfrontasi antara tahanan dan otoritas penjara".

Korban luka dalam insiden bentrokan tersebut telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan setempat.

Adapun pada Minggu (5/7), bentrokan terjadi antara "tahanan pra-sidang dan terpidana yang menyebabkan tewasnya dua tahanan dan 38 lainnya cedera," menurut laporan tersebut.

Dengan penguatan penjagaan keamanan, otoritas penjara melangsungkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab bentrokan berdarah di penjara yang kini menampung 2.417 tahanan tersebut.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bentrokan berdarah di penjara Sri Lanka tewaskan 25 orang



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026