Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo salurkan alsintan modern genjot produktivitas pertanian

Selasa, 7 Juli 2026 09:09 WIB
Image Print
Petani di Kulon Progo mengambil bantuan alsintan di Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Kul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern kepada puluhan kelompok tani untuk meringankan biaya produksi serta mempercepat modernisasi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Trenggono Trimulyo di Kulon Progo, Senin, mengatakan bantuan alsintan tersebut merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendukung program prioritas ketahanan pangan nasional.

"Tujuan utamanya adalah membantu petani agar biaya produksi lebih ringan, usaha tani menjadi lebih efisien, dan produktivitas hasil panen meningkat melalui penggunaan alat yang tepat guna," kata Trenggono.

Bantuan yang diserahkan meliputi satu unit traktor roda empat, satu unit rotavator crawler, lima unit power thresher athoose, sembilan unit power thresher reguler dari APBN, 20 unit hand sprayer dari DPKP DIY, serta empat unit thresher bermotor dari APBD Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu, terdapat delapan unit traktor roda dua G 1000 hasil aspirasi Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan yang sedang dalam proses verifikasi.

"Kami berharap bantuan alsintan ini benar-benar dimanfaatkan kelompok petani untuk meningkatkan produksi pangan di Kulon Progo," katanya.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan petani di lapangan. Ia juga menyatakan akan memfasilitasi pelatihan bagi petani guna memastikan operasional alat-alat berat dapat berjalan optimal.

"Peralatan ini berasal dari berbagai jalur koordinasi sebagai wujud kepedulian banyak pihak terhadap sektor pertanian kita. Intinya, petani Kulon Progo harus sejahtera," kata Agung.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan capaian Kulon Progo yang tetap kokoh sebagai salah satu lumbung pangan di DIY. Bahkan, wilayah tersebut diklaim menjadi penyangga cadangan pangan terbesar di tingkat provinsi sejak triwulan kedua tahun pertama.

"Kami kita jaga ketahanan pangan, sehingga Kulon Progo menjadi produsen pangan di DIY," katanya.

Ketua Kelompok Tani Margosari dari Tanjungharjo, Nanggulan, Sunardi menyambut baik bantuan tersebut. Menurut dia, bantuan thresher bermotor sangat membantu kelompoknya menekan biaya sewa alat yang selama ini membebani operasional petani.

"Dengan bantuan ini, proses perontokan padi jauh lebih cepat dan efisien. Efisiensi waktu sangat krusial agar pengolahan tanah untuk pola tanam berikutnya dapat dilakukan tepat waktu," kata Sunardi.

Ia berkomitmen untuk mengelola bantuan tersebut secara profesional melalui kas kelompok guna memastikan keberlangsungan perawatan alat dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi para anggota tani.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026