
KT Ngudi Mulyo Sleman juara lomba irigasi ramah lingkungan tingkat DIY

Sleman (ANTARA) - Kelompok Tani Ngudi Mulyo yang berlokasi di Padukuhan Jirak, Kalurahan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil meraih Juara I pada Lomba Sawah Irigasi Ramah Lingkungan (SI RAMLI) Tingkat DIY 2026.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Liem Astuti di Sleman, Selasa, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
"Keberhasilan Kelompok Tani Ngudi Mulyo merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, serta komitmen kuat seluruh anggota dalam menerapkan praktik budidaya pertanian yang berwawasan lingkungan," kata Liem.
Ia mengatakan prestasi ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan pengelolaan sumber daya yang bijaksana mampu menghasilkan kinerja terbaik.
"Kami berharap capaian ini dapat memotivasi kelompok tani lain di Sleman maupun DIY untuk terus berinovasi dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan," katanya.
Menurut Liem, keberhasilan Kelompok Tani Ngudi Mulyo tidak terlepas dari konsistensi mereka dalam menjaga infrastruktur irigasi. Di tingkat kelompok, mereka secara rutin melakukan pembersihan jaringan irigasi tersier, baik secara mandiri maupun gotong royong.
"Langkah ini krusial untuk mencegah kebocoran, mengatasi penyumbatan, serta memastikan distribusi air ke petakan sawah berjalan merata dan efisien," katanya.
Selain pemeliharaan fisik, kata Liem, kelompok tani ini juga dinilai sukses menerapkan teknologi ramah lingkungan melalui penggunaan alat pantau Alternate Wetting and Drying (AWD).
Alat pantau AWD memungkinkan petani memantau kadar air di sawah secara presisi, sehingga pengairan dilakukan hanya saat tanah mulai mengering, bukan tergenang terus-menerus. Penerapan sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air, menekan emisi gas metana, serta menjaga kesehatan lahan agar tetap produktif.
"Pengelolaan irigasi yang presisi dan ramah lingkungan merupakan kunci dalam mendukung ketahanan pangan masa depan. Kelompok Tani Ngudi Mulyo telah menunjukkan bahwa inovasi ini mampu menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal sekaligus melestarikan lingkungan," tambah Liem.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di Padukuhan Jirak, Bokoharjo. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengadopsi teknologi tepat guna dan praktik pertanian berkelanjutan demi kemajuan sektor pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
