
DisparKulon Progo sebut kinerja sektor pariwisata melonjak 64 persen

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat kinerja sektor pariwisata impresif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan kunjungan wisatawan menembus angka 1.584.378 orang, melonjak 64,26 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang tercatat sebanyak 964.562 wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman di Kulon Progo, Senin, mengatakan bahwa tren positif itu tidak hanya tercermin dari jumlah kunjungan, tetapi juga berbanding lurus dengan capaian pendapatan asli daerah (PAD).
"Realisasi pendapatan retribusi objek wisata pada Semester I 2026 mencapai Rp5,1 miliar atau tumbuh 57,50 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu. Capaian ini bahkan telah melampaui target semesteran sebesar 24,92 persen," kata Sutarman.
"Tugas kami ke depan adalah memastikan sektor ini terus tumbuh secara berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat Kulon Progo dapat meningkat melalui pariwisata yang berkualitas," kata Sutarman.
Ia mengatakan lonjakan wisatawan yang konsisten setiap bulannya dengan puncaknya mencapai 321.915 orang pada Juni 2026 didukung oleh mobilitas masyarakat yang tinggi.
Ia menyebutkan beberapa faktor pemicu utama, di antaranya aktivitas Embarkasi dan Debarkasi Haji di Bandara YIA, libur panjang akhir pekan, serta periode libur sekolah.
Lebih jauh, ia mengatakan keberhasilan itu tidak terlepas dari pola kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, badan usaha, komunitas, dan media. Sutarman menekankan bahwa sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh.
"Kami berterima kasih kepada seluruh pelaku wisata, pengelola desa wisata, hingga pelaku UMKM yang terus menjaga kualitas layanan. Sinergi ini adalah bukti bahwa pariwisata bukan sekadar kunjungan, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi yang memberi dampak langsung pada masyarakat," katanya menambahkan.
Dinas Pariwisata Kulon Progo berkomitmen untuk menjaga tren positif tersebut melalui strategi penguatan kualitas destinasi, digitalisasi promosi, dan penyelenggaraan ajang tahunan secara kolaborasi bersama dunia usaha, ujar dia.
Upaya itu, menurut dia, sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan mengedepankan gotong royong antar pemangku kepentingan, sektor wisata diharapkan mampu terus berinovasi, tidak hanya dalam menjaring jumlah kunjungan, namun juga dalam meningkatkan durasi tinggal dan belanja wisatawan di daerah.
Pewarta : STR
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
