Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta targetkan bangun biopori jumbo di 400 titik

Selasa, 7 Juli 2026 17:58 WIB
Image Print
Kantor Balai Kota Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini menargetkan pembangunan biopori jumbo di sebanyak 400 titik di daerah itu sebagai bagian penting dalam upaya pengurangan sampah organik dari sumbernya.

"Pada tahun ini akan dibangun 400 titik biopori jumbo, dan sampai dengan 30 Juni sudah terbangun di 286 titik, sehingga masih kurang 114 titik lagi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta Rajwan Taufiq di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, biopori jumbo merupakan salah satu strategi dalam memperkuat pengelolaan sampah, karena dapat mengurangi sampah organik dari sumber, dan sejauh ini telah menunjukkan progres baik dan menjadi instrumen pengolahan sampah yang efektif.

"Dan kami menargetkan seluruh kekurangan titik biopori jumbo itu dapat direalisasikan pada triwulan berikutnya," katanya.

Rajwan mengatakan, apabila target 400 titik biopori jumbo pada 2026 tercapai, maka total biopori jumbo di Yogyakarta hingga akhir tahun mencapai seribu titik, merupakan akumulasi dari pembangunan pada tahun sebelumnya dan tahun berjalan.

"Pada 2025 kami sudah membangun 600 titik biopori jumbo, kemudian pada tahun 2026 ini ditambah lagi sebanyak 400 titik, jadi pada akhir tahun nanti totalnya akan ada 1.000 titik biopori jumbo di Kota Yogyakarta," katanya.

Dia mengatakan, pembangunan biopori jumbo tidak hanya simbol keseriusan Pemkot Yogyakarta dalam menangani persoalan sampah, tetapi jadi bagian dari perubahan pola pengelolaan sampah yang lebih terdesentralisasi.

Dia mengatakan, melalui biopori jumbo sampah organik yang muncul di lingkungan rumah tangga dapat dikelola langsung di wilayah, sehingga volume sampah yang harus diangkut keluar dapat ditekan secara signifikan.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari yang telah terbangun saat ini, dari kegiatan pemanenan biopori jumbo di berbagai wilayah, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha pertanian tanaman pangan.

"Hingga saat ini panen biopori jumbo ada di 200 titik yang tersebar di 37 kelurahan, hasilnya material organik yang terurai kemudian diolah menjadi pupuk kompos," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026