
Di hadapan Prabowo dan Modi, kontrak pengadaan BrahMos diumumkan

Jakarta (ANTARA) - Kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
Dalam acara yang sama, perjanjian kerja sama terkait pengadaan senjata rudal udara-ke-udara/air-to-air missile antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp juga diumumkan di hadapan dua kepala negara dan jajaran delegasi Pemerintah India dan Pemerintah Republik Indonesia.
Kerja sama pertahanan dalam pengadaan rudal BrahMos dan AAM pun menjadi bagian dari total 16 dokumen kerja sama yang diumumkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Jakarta hari ini.
PM Modi, saat menyampaikan pernyataan bersamanya dengan Presiden Prabowo di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Selasa, menegaskan komitmen India untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang termasuk pertahanan, manajemen penanggulangan bencana, dan keamanan, khususnya di wilayah perairan Samudera Hindia.
"Hari ini kami sepakat meningkatkan kerja sama dalam pertukaran bidang pertahanan, manajemen bencana, dan kerja sama bidang industri, dan juga penjaga pantai dua negara akan bekerja sama untuk memastikan keamanan maritim di Samudera Hindia," kata Modi.
Dalam jumpa pers yang sama, Presiden Prabowo juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama keamanan dua negara, salah satunya melalui India-Indonesia Security Dialogue.
"Seiring dengan meningkatnya tantangan isu keamanan lintas negara, kami berkomitmen untuk memperdalam pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pengembangan infrastruktur digital," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama dengan PM Modi.
Terkait dengan pengadaan BrahMos, detail kerja sama antara dua negara untuk itu masih belum diketahui. Walaupun demikian, Indonesia telah membidik untuk mengakuisisi BrahMos sejak beberapa tahun lalu.
Beberapa hari sebelum PM Modi tiba di Jakarta, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty saat sesi tanya jawab dengan wartawan di Jakarta, Minggu (3/7), menyampaikan pembahasan mengenai kerja sama pengadaan BrahMos masih terus berlangsung.
Chakravorty menjelaskan BrahMos merupakan sistem yang sangat terjangkau sekaligus andal, sehingga cocok untuk diakuisisi oleh negara-negara seperti Indonesia. Selain dengan Indonesia, lanjutnya, India telah menyelesaikan kesepakatan rudal BrahMos dengan Filipina.
"Sementara itu, pembahasan dengan Indonesia telah mencapai tahap yang sangat maju. Kami berharap dapat segera merampungkan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos," kata Dubes Chakravorty.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Di hadapan Prabowo dan Modi, kontrak pengadaan BrahMos diumumkan
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
